Elektabilitas Drop & 3 Kali Kalah, Posisi Prabowo Disebut Akan Sulit di 2024, Begini Kata Pengamat
Jika Prabowo kembali bertarung di 2024, akan menjadi pertarungan Pilpres yang keempat kalinya
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Ramai diperbincangkan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto disebut siap kembali bertarung sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.
Sebelumnya santer disebutkan, Prabowo Subianto bersedia kembali maju di 2014 jika diminta oleh kader dan masyarakat.
Terkait wacana siap kembali bertarung di Pilpres 2024, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio punya pandangan lain.
Hendri Satrio memprediksi Prabowo akan sulit menang menjadi orang nomor satu di Indonesia.
"Ya mengagetkan juga kalau beliau (Prabowo) 2024 mau maju lagi."
Diketahui, Prabowo telah tiga kali kalah ikut pada kontestasi Pemilu, yaitu pada 2009, 2014 dan 2019.
Alasan Prabowo sulit menang tak lepas dari keputusannya bergabung dengan koalisi pemerintah menjadi Menteri Pertahanan.
Menurut Hendri, Prabowo akan kehilangan banyak suara akibat keputusannya tersebut.
Meski demikian, Prabowo akan menjadi orang yang paling berpengalaman jika turut serta dalam kontestasi politik 2024.
"Pastinya akan berpengaruh besar, karena sekarang kan dia ini meninggalkan ranah oposisi menjadi koalisi."
"Nah, itu otomatis kan mengecilkan suara pemilihnya."
"Prabowo akan jadi orang paling berpengalaman kalau maju di kontestasi Pilpres, apa pun hasilnya (kemarin-kemarin) dia itu orang paling berpengalaman," imbuhnya.
Di sisi lain, Hendri menyarankan agar Prabowo mempertimbangkan calon lain yang lebih muda dan berada di lingkarannya untuk maju, seperti Sandiaga Uno.
"Menurut saya, itu hak beliau untuk maju, silakan aja."
"Kalau menang kalah kan Pak Prabowo punya hitungannya lah."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/prabowo_kemeja_hitam.jpg)