SELEB TERKINI

Dikenal Sebagai Spesialis Bedah Plastik, Tompi Kritik Youtuber, 'Tidak Perlu Merendahkan Dokter'

Tompi kritik youtuber yanng dirasakan oleh Tompi telah merendahkan profesi seorang dokter, seperti apa kritik yang disampaikan Tompi?

KOMPAS.com
Kritik Tompi terhadap youtuber yang diangggap telah merendahkan profesi dokter. 

TRIBUNBATAM.ID - Tompi selain menjadi seorang musisi juga dikenal sebagai dokter.

Musisi sekaligus dokter ini memberikan kritik ke seorang youtuber karena merasa profesi dokter telah direndahkan.

Diketahui Tompi dikenal sebagau dokter spesialis bedah plastik.

Trump Rayakan Ulang Tahun ke-74, Netizen Justru Kirim Ucapan ke Obama, Terkait Aksi Protes?

Pria kelahiran Aceh tersebut kini membuka praktik di Beyoutiful Aesthetic Clinic yang berlokasi di Jakarta.

Baru-baru ini Tompi mendadak menjadi perhatian setelah memberikan kritikan terhadap seorang YouTuber.

Tompi merasa profesi dokter telah direndahkan oleh ulasan atau review wajah orang lain yang dibuat YouTuber tersebut.

Lewat postingan di Instagramnya pada Minggu (14/6/2020), Tompi pun menyematkan langsung nama YouTuber yang ia maksud.

"Kepada @oribiahansu , perbuatan dan ulasan2 anda di youtube/IG sangat tidak etis.

Tompi
Tompi kritik YouTuber soal masalah operasi plastik (Instagram/dr_tompi)

Silakan mengaku-ngaku sebagai beauty consultant (makelar oplas) , namun tidak perlu merendahkan dokter-dokter lain.

Silakan berjualan dengan mengemukakan kehebatan dokter jagon anda.

Saya sangat terusik ketika pagi ini ada yang bercerita tentang akun ini. Mengupas wajah orang lain, menjadikannya konten demi bahan dagangannya.

Saya rasa anda juga akan sedih kalau wajah anda saya kupas. So please, sudahi!," tulis Tompi.

Tompi pun menegaskan dirinya tidak masalah apabila YouTuber tersebut promosi operasi plastik di luar negeri.

"Saya gak ada masalah ama kerjaannya menawarkan pasien untuk operasi di luar.

Prediksi Manchester City vs Arsenal, The Gunners Siap Curi Poin di Etihad Stadium

Silakan saja berbisnis. Yang jadi masalah memberikan penilaian medik sementara itu bukan keahliannya, membahas wajah orang lain sebagai konten, karena ini berhubungan dengan pelayanan medik ada aturan dan etikanya.

Halaman
1234
Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved