Kamis, 23 April 2026

PESAWAT TEMPUR JATUH

Lettu Pnb Apriyanto Ismail Melayang Pakai Parasut, Warga Dengar Ledakan Keras

Lettu Pnb Apriyanto Ismail berhasil menyelamatkan diri saat insiden pesawat tempur TNI AU jatuh di Kampar, Senin (15/6/2020).

ist
Kondisi pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru. 

TRIBUNBATAM.id, RIAU - Lettu Pnb Apriyanto Ismail berhasil menyelamatkan diri saat insiden pesawat tempur TNI AU jatuh di Kampar, Senin (15/6/2020).

Insiden pesawat tempur TNI jatuh langsung mengundang perhatian warga karena lokasi jatuhnya berada di perumahan warga.

Badan pesawat menimpa rumah warga yang kebetulan kosong.

Lokasi kejadian jatuhnya pesawat tersebut mendadak ramai didatangi warga.

Jalan menuju perumahan menjadi macet akibat warga yang hendak menuju kelokasi.

Lokasi ini jadi tujuan banyak masyarakat yang ingin menyaksikan kondisi pesawat.

Ahmad, warga Desa Kubang Jaya mengaku mengetahui kejadian sekitar pukul 08.30 WIB.

Pesawat Tempur Milik TNI AU Jatuh di Kampar, Riau, Simak Spesifikasi dan Keunggulan Hawk 200

Saat kejadian terdengar suara ledakan.

Ahmad yang tinggal tidak jauh dari tempat kejadian mengaku mendengar suara dentuman yang mengagetkan.

Setelah mendengar ledakan, Ahmad juga melihat ada salah satu awak pesawat yang terjatuh di atap rumah warga dengan kursi pelontar tidak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.

Ahmad menuturkan saat ada suara dentuman warga sekitar berhamburan keluar rumah untuk mencari asal suara ledakan.

Tidak jauh dari lokasi, berdasarkan pantauan Tribun Pekanbaru ada salah satu rumah yang di pasangi garis polisi.

Terlihat rumah tersebut rusak di bagian atap rumah.

Saat didatangi, penghuni rumah berdasarkan keterangan warga tidak berada di tempat.

Pesawat TNI AU Jatuh di pemukiman warga
Pesawat TNI AU Jatuh di pemukiman warga (Tangkapan layar video warga)

Tak hanya Ahmad yang rumahnya dekat dengan lokasi kejadian, warga Marpoyan Damai, Linda, yang rumahnya agak jauh juga ikut datang ke lokasi kejadian.

Ia mengaku mengetahui kabar ini dari orang-orang dan penasaran untuk berkunjung ke lokasi.

Jenis BAE Hawk 209

Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma TNI Fajar Adriyanto, kecelakaan pesawat itu terjadi di dekat runway 36 Landasan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru.

Pesawat yang jatuh merupakan pesawat tempur jenis BAE Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209, kapasitas kursi tunggal.

"Pada hari ini, Senin (15/6/2020) pukul 08.13 WIB telah terjadi kecelakaan pesawat tempur jenis BAe Hawk 209 dengan nomor registrasi TT-0209," ujar Fajar.

Adapun, pesawat itu dikendalikan oleh pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail.

"Pilot Lettu Pnb Apriyanto Ismail dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin (Rsn) Pekanbaru," kata dia.

Fajar melanjutkan, pilot dalam keadaan selamat karena behasil melontarkan diri berkat ejection seat atau kursi pelontar.

"Saat ini, pilot berada di RSAU dr. Soekirman Lanud Rsn Pekanbaru untuk pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Jatuh di rumah warga yang diduga kosong

Sementara warga lain mengatakan pesawat itu jatuh di rumah warga yang bernama Markun. Saksi tersebut berjarak 30 meter dari lokasi kejadian.

"Belum jelas apakah ada korban karena rumah itu biasanya kosong karena pemiliknya jarang di rumah," ujar saksi lain saat dihubungi Antara, namun enggan disebutkan namanya.

Saksi warga juga mendengar bunyi ledakan keras saat kejadian. Kemudian, seorang berbaju seperti pilot melayang di udara dengan parasut.

 

"Saya kira sedang ada latihan terjun payung, ternyata ada pesawat jatuh," kata warga.

Informasi yang berhasil dihimpun, pesawat tempur TNI AU yang jatuh jenis Hawk tipe 209 TT. Pesawat itu diterbangkan Lettu Pnb Aprianto Ismail dari Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru.

Warga terus berdatangan untuk menyaksikan langsung lokasi jatuhnya pesawat TNI AU di Kabupaten Kampar, Riau.

Lokasi jatuhnya pesawat tersebut berada di pemukiman padat penduduk di Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu Kampar Senin (15/6/2020).

Bahkan warga yang datang tidak hanya berasal dari warga sekitar, malah warga dari kota Pekanbaru juga berdatangan ke lokasi.

"Mau lihat langsung, kan sudah heboh di media sosial makanya mau lihat langsung," ujar Jefri yang datang dari Sukajadi, Kota Pekanbaru kepada tribunpekanbaru.com.

Jefri datang bersama istri dan anaknya ke lokasi, meskipun sempat mendapat larangan dari pihak TNI yang berjaga, namun Jefri berupaya untuk bisa lebih dekat menyaksikan langsung pesawat.

Tidak hanya Jefri warga lainnya yang berupaya datang dan menyaksikan bangkai pesawat yang jatuh tersebut Tohir datang dari Panam, Kota Pekanbaru.

Ia ingin melihat langsung pesawat tersebut.

"Yang jelas mau lihat langsung kondisi di lapangan, tadi cuma lihat di pesan WA," ujar Tohir.

Sebagaimana diketahui sebuah pesawat TNI AU jatuh di pemukiman warga dan mengenai rumah warga di lokasi.

Sampai saat ini belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Hanya saja lokasi kejadian saat ini sudah dijaga dengan ketat oleh aparat TNI AU, warga yang berdatangan juga langsung disuruh untuk menjauh dari lokasi kejadian.

Pilot Selamat

Kursi pelontar dari pesawat tempur TNI AU yang jatuh di Desa Kubang Raya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Senin (15/6/2020) pagi, menimpa atap rumah warga.

Jarak antara pesawat jatuh dengan kursi pelontar yang menimpa atap rumah warga, berkisar dibawah 500 ratus meter.

Tampak atap rumah warga berwarna merah itu sedikit rusak, bekas tertimpa.

"Sekitar pukul 8-an," jelas warga penghuni rumah, yang enggan disebutkan namanya itu.

"Pilotnya terjun di sebelah sana," sambung dia, sambil menunjuk arah pilot yang diperkirakan berhasil selamat.

Dia memaparkan, kursi pelontar itu tersangkut di atap rumah, lalu terjatuh ke tanah.

"Tak lama datang petugas dari TNI AU mengamankan. Ini rumah mertua," sebut warga itu lagi.

Kepala Penerangan (Kapen) Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Letkol Sus M. Zukri menyatakan, pilot berhasil selamat.

"Pilot 1 orang, aman, selamat. sekarang dirawat di Rumah Sakit Umum TNI Dr. Sukirman Lanud Roesmin Nurjadin," ucapnya singkat

Pesawat jet tempur TNI AU, BAe Hawk 209, yang jatuh di Pekanbaru pada hari ini Senin (15/6/2020) jet tempur ringan latih.

Dilansir dari laman resmi TNI AU, tni-au.mil.id, BAE Hawk adalah sebuah perusahaan dari Britania Raya yang telah memproduksi pesawat jenis tersebut sejak 1974.

 
Hawk merupakan sebuah pesawat jet latih (trainer) interim untuk pesawat tempur jet generasi 4 seperti F-16, F-15 dan lain-lain dan sudah menggunakan radar modern APG-66 (khusus varian Mk 200 ) dan rudal AIM-9 Sidewinder.

Hawk Mk 109/209 merupakan kode untuk Hawker-Siddeley Hawk yang diekspor ke Indonesia yang mulai melengkapi TNI-AU sejak tahun 1997.

Hawk Mk 209 merupakan varian single seater dari keluarga Hawk. Pesawat jet ini khusus untuk mengemban misi air superiority dan ground attack.

Pada tahun 1980-an, TNI-AU juga pernah membeli sejumlah Hawk Mk 53. .( Tribunpekanbaru.com / Ikhwanul Rubby)

Artikel ini telah tayang di Tribunpekanbaru.com dengan judul Saksi Mata Pesawat Jatuh: Terdengar Ledakan Keras, Tiba-tiba Terlihat Pilot Melayang dengan Parasut

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved