Rabu, 29 April 2026

TRIBUN WIKI

Sejarah Penemuan Jas Hujan, Awalnya Terbuat dari Jerami, Kini Berbahan Plastik

Salah satu jas hujan paling awal dirancang di China Kuno. Bentuk awalnya adalah jubah yang terbuat dari jerami atau rumput.

Editor: Dewi Haryati
Freepik
ilustrasi jas hujan. Cikal bakal penemuan jas hujan awalnya terbuat dari bahan jerami 

TRIBUNBATAM.id - Saat musim hujan tiba, jas hujan menjadi salah satu benda yang paling dibutuhkan selain payung.

Jas hujan umumnya digunakan saat mengendarai motor ditengah guyuran hujan.

Jenis pakaian pelindung hujan ini dirancang secara khuus untuk menjaga pemakainya tetap kering.

Kain yang digunakan dibuat agar tidak bisa menyerap air.

Namun, tahukah Anda, jas hujan atau mantel mulanya jauh dari teknologi semacam ini.

Mulanya, jas hujan dibuat dengan sangat sederhana untuk melindungi diri dari hujan.

China Kuno

Salah satu jas hujan paling awal dirancang di China Kuno.

Pakaian pelindung hujan ini terdokumentasikan dalam sejarah China melalui puisi yang ditulis sekitar tahun 1000 masehi.

Bentuk awalnya adalah jubah yang terbuat dari jerami atau rumput.

Para petani China zaman dulu mengenakan jubah ini agar tetap bisa bekerja di ladang atau sawah saat musim hujan.

Meski bisa melindungi dari basah, jubah ini sangat berat dan kaku. Untuk mengatasi itu, masyarakat kemudian menggunakan metode lain untuk jas hujan.

Metode yang digunakan kemudian adalah mengolesi minyak pada kain sutra ringan agar air tidak terserap pada kain.

Ada pula warga yang mengembangkan anyaman rumput atau daun yang masih segar.

Cara ini membuat mantel hujan lebih ringan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved