Rabu, 17 Juni 2026

TRIBUN WIKI

Pakar Kesehatan Inggris Temukan Dexamethasone, Obat Untuk Pasien Covid-19

Para pakar kesehatan di Inggris telah menemukan obat untuk menyelamatkan nyawa pasien Covid-19. Obat tersebut adalah dexamethasone.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
FREEPIK.COM
Ilustrasi covid-19. Saat ini ada 177 PDP Covid-19 di Batam yang sedang menjalani perawatan di 12 rumah sakit. 

TRIBUNBATAM.id - Para pakar kesehatan di Inggris telah menemukan obat murah yang telah tersedia di pasaran untuk membantu menyelamatkan nyawa pasien akibat Virus Corona.

Obat deksametason atau dexamethasone dikabarkan mampu menyelamatkan pasien virus corona.

Obat ini adalah bagian dari percobaan terbesar yang pernah terjadi di dunia yang menguji apakah ini juga bekerja untuk Virus Corona.

Percobaan yang telah dilakukan para pakar membuktikan, obat ini bisa mengurangi risiko kematian hingga sepertiga dari pasien yang telah menggunakan ventilator.

Bagi mereka yang menggunakan oksigen, bisa mengurangi kematian hingga seperlima.

Sekilas tentang dexamethasone

Dexamethasone adalah obat untuk mengatasi peradangan, reaksi alergi, dan dan penyakit autoimun.

Selain itu, dexamethasone diketahui telah digunakan sejak awal 1960-an untuk mengobati berbagai kondisi, seperti rheumatoid arthritis dan asma.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet 0,5 mg, sirup, suntikan (injeksi), dan tetes mata.

Dexamethasone termasuk ke dalam golongan obat kortikosteroid.

Sama halnya dengan obat kortikosteroid lainnya, dexamethasone yang telah digunakan untuk jangka panjang tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba.

Dokter akan menurunkan dosis dexamethasone secara bertahap sebelum menghentikan obat ini.

Dexamethasone bekerja dengan mengurangi peradangan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh, sama seperti steroid yang dihasilkan oleh tubuh secara alami.

Merek dagang

- Dextaf

- Dexamethasone

- Cortidex

- Dexaharsen

- Tobroson

- Cendo Xitrol

- Dexaton

- Exitrol

- Dextaco

- Dextamine

Peringatan Sebelum Mengonsumsi

- Diskusikan dengan dokter sebelum menggunakan dexamethasone, terutama bila memiliki alergi pada makanan, obat, maupun bahan lain dalam obat ini.

- Hati-hati mengonsumsi obat ini bila memiliki riwayat TBC, herpes, infeksi jamur, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit tiroid, penyakit mata, osteoporosis, gangguan pembekuan darah, gangguan mental, dan gangguan sistem pencernaan.

- Beri tahu dokter bila Anda akan menjalani vaksinasi.

Kondisi tersebut dapat memicu komplikasi bila dilakukan selama menggunakan dexamethasone.

- Pasien lanjut usia harus lebih hati-hati dalam menggunakan dexamethasone karena lebih berisiko mengalami efek samping, terutama osteoporosis.

- Selama menggunakan dexamethasone, jangan mengonsumsi minuman beralkohol atau obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter, karena dapat menyebabkan perdarahan lambung.

- Penggunaan dexamethasone dalam jangka panjang dapat menyebabkan tumbuh kembang anak menjadi terhambat.

- Periksakan anak secara berkala ke dokter anak agar diketahui proses perkembangannya.

- Dexamethasone dapat menyebabkan pusing.

Hindari melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan, seperti berkendara, setelah mengonsumsi obat ini, sampai Anda yakin sanggup melakukannya.

Dosis dan Aturan Pakai

Dosis dexamethasone tergantung pada kondisi yang diderita pasien.

Berikut ini adalah takaran penggunaan dexamethasone:

Bentuk obat: tablet

1. Kondisi: mengatasi peradangan dan penyakit autoimun

- Dewasa: 0,5-9 mg per hari. Dosis maksimal 1,5 mg per hari.

- Anak-anak: dosis awal 0,02-0,3 mg/kgBB/hari, dibagi ke dalam 3-4 konsumsi.

Dosis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan dan respons pasien.

2. Kondisi: multiple sclerosis

-Dewasa: dosis awal 30 mg per hari selama 1 minggu, diikuti 4-12 mg per hari selama 1 bulan.

Bentuk obat: tetes mata

1. Kondisi: radang mata

- Dewasa: 1 tetes, 4-6 kali per hari.

Dosis dexamethasone dalam bentuk injeksi atau suntik ditentukan oleh dokter.

Dexamethasone dapat diberikan melalui suntikan ke dalam pembuluh darah. Khusus untuk radang sendi, dexamethasone dapat disuntikan langsung ke sendi yang sedang meradang.

Efek Samping dan Bahaya

Beberapa efek samping dexamethasone yang dapat dialami penggunanya adalah:

- Nafsu makan meningkat.

- Berat badan bertambah.

- Perubahan siklus menstruasi.

- Gangguan tidur.

- Pusing.

- Sakit kepala.

- Sakit perut.

Meskipun jarang terjadi, dexamethasone juga bisa menimbulkan efek samping yang lebih serius.

Segera ke dokter bila muncul gejala di bawah ini:

- Demam.

- Perubahan emosi.

- Tubuh mudah lelah.

- Nyeri di tulang, sendi, atau otot.

- Pembengkakan di tungkai.

- Gangguan penglihatan.

- Tinja berwarna hitam.

- Jantung berdebar.

- Kejang.

Penggunaan dexamethasone untuk jangka panjang membuat penggunanya mengalami muka yang membulat seperti bulan (moon face), peningkatan kadar gula dalam darah, dan lebih rentan mengalami infeksi.

Oleh karena itu, hindari berinteraksi dengan orang yang sedang sakit infeksi atau orang yang baru saja menerima vaksin.

Artikel ini telah tayang di Tribunnewswiki.com dengan judul Dexamethasone.

Sumber: TribunnewsWiki
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
Live
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved