BATAM TERKINI
Industri di Malaysia dan Singapura Tutup, Perusahaan di Batam Buka Lowongan Kerja
Plt Gubernur Kepri, Isdianto, bersama Walikota Batam, Muhammad Rudi mengunjungi tiga perusahaan di kawasan industri di Kota Batam.
Plt. Gubernur Kepri, Isdianto mengimbau pihak manajemen PT. Amtek agar selalu mematuhi protokol kesehatan. Manajer Purchasing PT. Amtek, Ricky Susandra, memberikan bundel berupa pedoman protokol kesehatan di lingkungan PT. Amtek.
"Ingat, protokol kesehatan harus dipatuhi, karena kalau ada satu yang terpapar, nanti urusannya sama pak Wali ini," ujar Isdianto, sembari menunjuk Walikota Batam, Muhammad Rudi.
Di lokasi yang sama, Manajer Purchasing PT. Amtek, Ricky Susandra, mengaku optimis menjalankan new normal dengan protokol kesehatan di PT. Amtek. Harapannya, kegiatan produksi dapat berjalan seperti sedia kala.
Ricky berharap kebijakan new normal dapat diterapkan dalam ranah mancanegara, agar produksi perusahaan dapat meningkat. Sebab, 60 persen permintaan kepada PT. Amtek berasal dari luar negeri, seperti Eropa dan China.
"60 persen permintaan dari Eropa, China, dan sisanya di dalam negeri," ujar Ricky.
Saat ini, PT. Amtek juga telah menerapkan standar protokol kesehatan berupa pengecekan suhu tubuh di pintu masuk, selain itu, pengunjung juga diminta masuk ruang chamber dimana tubuh akan disterilkan.
Lowongan Karyawan Meningkat
Selanjutnya kunjungan gubernur ke kawasan industri Panbil, Muka Kuning. Ada sekitar 30 perusahaan berdiri di kawana tersebut. Beberapa di antara perusahaan di kawasan ini telah meningkatkan permintaan tenaga kerja selama masa Covid-19.
CEO Panbil Group, Johannes Kenedy, membenarkan, terjadinya peningkatan permintaan tenaga kerja di beberapa perusahaan di kawasan ini.
Tak tanggung-tanggung, jumlah permintaan tersebut mencapai 10 persen selama Covid-19 ini. Hal ini, menurutnya, merupakan hikmah dari adanya wabah pandemi Covid-19 di Kota Batam.
"Dampak positifnya, ada peningkatan kapasitas produksi selama Covid-19, sehingga tidak ada pengurangan tenaga kerja, bahkan, malah tambah permintaan," terang Johannes, ditemui di lokasi PT. TDK Electronics, Kawasan Industri Panbil, Jumat (19/6/2020).
Peningkatan ini disebabkan, banyak perusahaan yang memiliki cabang baik di Singapura maupun Malaysia. Sehingga, apabila kegiatan industri perusahaan di kedua negara luar tersebut tutup, maka kapasitas produksi dibebankan pada perusahaan di Batam, Kepulauan Riau.
Oleh karenanya kapasitas produksi perusahaan di Batam pun bertambah pesat. Alhasil, kebutuhan pasokan tenaga kerja untuk kegiatan operasional pun meningkat.
Selain itu, terkait bahan baku, sebagian besar perusahaan yang semula bergantung pada China untuk pengiriman bahan bakunya, kini justru beralih sumber pada negara-negara lain, seperti Vietnam.
Hal ini disebabkan, pengiriman bahan baku dari China sempat mengalami kendala selama masa Covid-19 ini. Sehingga, banyak perusahaan yang kemudian memanfaatkan produk dan jasa dari negara-negara ASEAN lainnya.
"Awalnya ada yang sempat kesulitan untuk pengiriman yang dari China, tapi pada pertengahan Maret-April kemarin dapat diselesaikan, karena ada pengganti sumber bahan bakunya," tambah Johannes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1906ceo-panbil-group-johannes-kenedy.jpg)