Selasa, 21 April 2026

Aksi Rasisme Kembali Terjadi, Dua Masjid di Inggris Jadi Sasaran, Terdapat Coretan Umpatan

Aksi terkait isu rasisme kembali terjadi di Inggris. Kali ini, aksi rasisme menjadikan masjid di Inggris sebagai sasarannya. Berikut potret masjidnya.

Abdel Ghani
Ilustrasi umat muslim beribadah di Masjid. Masjid di Inggris menjadi sasaran rasisme, dicoret menggunakan cat merah. 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Aksi terkait isu rasisme kembali terjadi di Inggris yang langsung menghebohkan warganet di sosial media.

Kali ini, aksi rasisme menjadikan masjid di Inggris sebagai sasarannya.

Masjid di Inggris tersebut adalah Masjid Farooq E Azam & Islamic Center serta dua Masjid Jamia Al-Bilal di Stockton, Cleveland, Inggris.

Di mana terdapat coretan grafiti rasis yang tertulis di gedung-gedung masjid menggunakan cat semprot berwarna merah.

Dikutip Tribunnews.com dari Mirror.co.uk, di dinding Masjid Farooq E Azam seseorang menulis KKK dengan cat semprot merah dan juga serangkaian kata-kata umpatan.

KKK adalah singkatan dari Klu Klux Klan, sebuah kelompok kebencian supremasi kulit putih Amerika yang target utamanya adalah orang Afrika-Amerika.

( )

Hasil Liga Inggris Tottenham Hotspur vs Manchester United, Gol Bruno Fernandes Selamatkan Red Devils

Jendela salah satu Masjid Jamia Al-Bilal juga telah ditandai dengan cat semprot warna yang sama ditulis dalam gaya coretan yang sama.

Selain sumpah serapah, tidak jelas apa yang telah ditulis.

Foto-foto perusakan diunggah ke twitter oleh Incidents TeesDurham.

"Dua masjid di Stockton telah dirusak di Parkfield Estate di Stockton," tulis caption dalam unggahan twitter tersebut.

Komunitas Muslim setempat mengatakan, mereka takut berjalan karena tahu mereka adalah sasaran kebencian ini.

Sontak foto-foto aksi rasisme itu viral di sosial media, dan mendapatkan banyak respon.

( )

Salah satunya pengguna Twitter menulis: "Benar-benar memalukan! Vandalisme tidak masuk akal !!!"

Pengguna media sosial lainnya menambahkan: "Saya seorang ateis, selalu seperti itu tetapi ini membuat saya mual!"

"Aku akan merasakan hal yang sama untuk rumah ibadah lainnya! Aku ragu para pelanggar itu akan tahu bagaimana mengeja nama mereka sendiri apalagi tahu betapa buruknya ini."

Kedua masjid pun kini telah dihubungi pihak kepolisian untuk dimintai komentar.

Inspektur Kepolisian setempat Sharon Cooney mengatakan:

“Insiden kejahatan seperti ini tidak akan ditoleransi. Penyelidikan sedang berlangsung dan kami akan meminta siapa pun yang mungkin memiliki informasi mengenai insiden ini untuk menghubungi kami. ”

Akan ada peningkatan patroli di daerah tersebut untuk memberikan jaminan kepada masyarakat setempat.

Protes Anti Rasisme Juga Terjadi di Inggris, PM Boris Johnson Peringatkan Soal Ekstremis

Aksi anti rasisme tak hanya terjadi di Amerika Serikat, melainkan juga di Inggris.

Bahkan di Inggris cukup berakhir ricuh saat para demonstran menggulingkan patung Edward Colston dan monumen lainnya.

Menanggapi hal ini, Perdana Menteri Inggris yakni Boris Johnson memberikan peringatannya.

Pada Jumat (12/6/2020), Boris Johnson memperingatkan bahwa protes anti rasisme telah dibajak oleh ekstremis yang menyerang monumen nasional sebagai upaya untuk 'menyensor masa lalu Inggris'.

"Ini jelas bahwa pemrotes sayangnya telah dibajak oleh para ekstremis yang bermaksud melakukan kekerasan," ungkap Johnson pada sebuah pernyataan yang diunggah di Twitter.

Polisi telah menutupi patung-patung terkemuka di sekitar London jelang gelombang baru demonstrasi dan aksi unjuk rasa pada akhir pekan ini.

Sebuah patung dari tokoh terkenal, Winston Churchill di luar gedung parlemen telah dirusak pada akhir pekan lalu saat demonstrasi Black Lives Matter dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat pada 25 Mei lalu.

Johnson menyebut penargetan terhadap patung Churchill "tidak masuk akal dan memalukan".

" Patung Winston Churchill di Lapangan Parlemen merupakan pengingat dan penghargaan terhadapnya yang telah menyelamatkan negeri ini dan seluruh Eropa dari fasisme dan tirani rasis," ungkap Johnson yang mengelompokkan pemimpin perang itu sebagai salah satu pahlawannya.

"Ya, terkadang dia mengekspresikan pendapat yang tidak bisa diterima oleh kita hari ini tapi dia adalah pahlawan dan pantas untuk dikenang," tulis Johnson sebagaimana dilansir media Perancis AFP.

Para pemrotes menyalahkan Churchill atas kebijakan-kebijakannya yang mengarah pada kematian akan jutaan orang selama krisis kelaparan di Bengal, India pada 1943.

"Kini kita tidak bisa menyensor masa lalu. Kita tidak bisa berpura-pura memiliki sejarah yang berbeda," ungkap Johnson.

"Patung-patung di kota-kota dan daerah-daerah kita telah dipajang oleh generasi-generasi sebelum kita," pungkasnya

Meski Pemerintah Berencana Buka Rumah Ibadah, Masjid di Inggris Ini Memilih Tak Beroperasi

Sama seperti warga negara lainnya, umat muslim di Inggris juga merasakan dampak besar dari wabah virus Corona atau Covid-19.

Terbaru, Inggris berencana untuk membuka rumah ibadah di seluruh negaranya.

Keputusan ini mendapatkan respon bertolak belakang dari imam besar di Inggris.

Seorang imam besar di Inggris menyarankan untuk tidak membuka masjid hingga kondisi memungkinkan untuk salat berjamaah.

Pemerintah diperkirakan akan mengumumkan gereja, masjid, dan sinagoge bisa beroperasi kembali mulai 15 Juni mendatang, dikutip dari BBC.

Tetapi karena masjid-masjid fungsi utamanya untuk salat berjamaah, para tokoh Muslim menilai bahwa rencana tersebut kurang jelas.

Imam Qari Asim mengatakan pembukaan ini akan menyebabkan risiko yang lebih besar.

Sementara itu, pernikahan diperkirakan masih dilarang menyusul aturan yang akan ditetapkan perdana menteri beserta kabinet pada Selasa mendatang.

Namun di negara bagian Irlandia Utara, tempat ibadah sudah mulai beroperasi.

Sedangkan Skotlandia dan Wales masih belum melakukan hal tersebut.

Pemerintah pusat mengatakan setiap perubahan aturan bergantung dengan lima syarat untuk melonggarkan kuncian.

Ketua Dewan Penasihat Nasional Masjid & Imam (MINAB), Imam Asim meminta masjid agar tidak dibuka dulu hingga kondisi aman terlebih untuk salat berjamaah.

"Perbedaan mendasar antara masjid dan beberapa tempat ibadah lainnya adalah bahwa masjid pertama dan terutama digunakan untuk sholat berjamaah."

"Salat secara pribadi dapat dilakukan di mana saja, terutama di rumah-rumah. Dengan demikian, membuka masjid pada 15 Juni akan menyebabkan lebih banyak tantangan bagi masjid dan imam karena harapan dari masyarakat adalah untuk memulai kembali ibadah kolektif," jelas Imam Asim.

Sekretaris jenderal Dewan Muslim Inggris, Harun Khan juga menilai bahwa masyarakat perlu edukasi lebih jelas terkait inisiatif pemerintah tersebut.

Sehingga pesannya tidak ambigu dan masyarakat tetap berpegang pada pedoman kesehatan.

"Masjid disediakan terutama untuk ibadah jamaah, sehingga saat ini ada ketidakpastian dan keprihatinan yang signifikan dari para pemimpin masjid tentang bagaimana peraturan baru benar-benar dapat diterapkan," kata Harun Khan.

Khan menambahkan bahwa MCB, payung dari asosiasi Muslim, telah berkonsultasi dengan masyarakat di seluruh negeri dan jelas perencanaan proaktif tentang membuka kembali masjid telah terjadi.

MINAB juga telah meminta pemerintah untuk mengizinkan kelompok kecil untuk shalat lima waktu di masjid-masjid.

Di sisi lain Uskup Agung Wesminister dan Katolik Roma paling senior di Inggris dan Wales, Kardinal Vincent Nichols berterima kasih karena tempat ibadah jadi langkah pelonggaran kuncian yang pertama.

Dia memastikan jamaat akan menuruti aturan pembatasan sosial, setidaknya dengan dibukanya gereja masyarakat akan kembali berhubungan dengan tempat ibadah.

Namun dia menambahkan bahwa tidak setiap gereja Katolik akan dibuka pada 15 Juni nanti.

"Keputusan dan ketentuan lokal harus memimpin proses ini," katanya.

Juru bicara Perdana Menteri mengatakan, Johnson menilai masyarakat perlu memiliki ruang beribadah dan berdoa.

Inggris duduk di posisi kelima negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi di dunia.

Worldometers pada Senin (8/6/2020) mencatat 286.194 infeksi dengan 40.542 kematian.

Sementara itu angka kesembuhannya tidak tercatat.

(*)

Hasil Uji Coba Menjanjikan, Ilmuwan Inggris Klaim Dexamethasone Kurangi Risiko Kematian Covid-19

PERDANA, Klub Liga Inggris Pakai Jersey Berlebel Anti-Rasisme, Bertuliskan Black Lives Matter

Hasil, Klasemen dan Top Skor Liga Inggris Setelah Manchester City Menang, Jamie Vardy Masih Top Skor

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dua Masjid di Inggris Jadi Sasaran Rasisme, Terdapat Coretan Ku Klux Klan & Umpatan dengan Cat Merah.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved