Senin, 15 Juni 2026

TRIBUN WIKI

Mirip Masuk Angin, Waspada Sindrom Koroner Akut yang Bisa Menyebabkan Kematian

Sindrom koroner akut adalah suatu kondisi di mana aliran darah berkurang ke jantung secara tiba-tiba. Gejalanya yang mirip dengan masuk angin.

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Kompas.com
Ilustrasi serangan jantung. Waspada dengan gejalanya yang mirip masuk angin 

TRIBUNBATAM.id- Istilah sindrom koroner akut mungkin masih terdengar asing di telinga Anda.

Sindrom koroner akut adalah suatu kondisi di mana aliran darah berkurang ke jantung secara tiba-tiba.

Gejalanya yang mirip dengan masuk angin, seringkali membuat orang-orang keliru mengidentifikasinya.

Oleh sebab itu, perhatikan hal berikut untuk mengenali sindrom koroner akut secara lebih jelas.

Sindrom koroner akut terjadi karena adanya penyumbatan pada arteri koroner, yang berfungsi untuk mengirimkan oksigen dan nutrisi ke otot jantung.

Ketika tersumbat, fungsi jantung dapat terganggu, bahkan bisa menyebabkan angin atau serangan jantung.

Penyumbatan tersebut bisa terjadi dalam satu waktu, atau datang dan pergi selama periode waktu tertentu.

Arteri dapat tersumbat atau menyempit karena adanya penumpukan plak di sepanjang dindingnya.

Plak ini berisi LDL(kolesterol jahat), lemak, sel darah putih, dan zat lain.

Plak tersebut dapat tumbuh dalam jumlah banyak sehingga hanya ada sedikit ruang bagi darah untuk mengalir melalui arteri, bahkan benar-benar bisa menghentikan aliran darah.

Bukan hanya itu, plak juga bisa pecah dan menumpahkan isinya ke dalam arteri sehingga membentuk gumpalan darah.

Jika gumpalan yang ada berukuran cukup besar, maka dapat menyumbat pembuluh darah yang menyebabkan pasokan oksigen ke sel-sel otot jantung terlalu rendah.

Hal ini berpotensi membahayakan nyawa.

Di samping itu, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena sindrom koroner akut, yakni berusia di atas 45 tahun, tekanan darah tinggi atau kolesterol, merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, obesitas, diabetes, dan riwayat keluarga.

Gejala sindrom koroner akut

Pada umumnya, gejala sindrom koroner akut dimulai dengan cepat, bahkan terkadang tanpa adanya tanda-tanda apa pun.

Nyeri dada atau rasa tidak nyaman seperti tertindih beban berat menjadi gejala utama sindrom koroner akut.

Gejala ini berbeda dengan nyeri dada akibat heartburn atau setelah olahraga berat.

Rasa nyeri dapat meluas dari satu sisi dada ke sisi dada yang lain.

Beberapa gejala lain yang mungkin terjadi, yaitu:

- Rasa sakit atau tidak nyaman pada dada yang menjalar ke lengan, punggung, rahang, leher, atau perut

- Sesak napas

- Pusing

- Gangguan pencernaan

- Mual atau muntah

- Berkeringat

- Sakit kepala

- Kelelahan yang tak biasa

- Merasa gelisah.

Seringkali gejala yang terjadi disalahartikan sebagai masuk angin.

Apabila Anda merasakan gejala tersebut, segera panggil darurat medis karena kondisi ini bisa mengancam nyawa.

Akan tetapi, gejala yang ada pada setiap individu juga dapat bervariasi, tergantung pada usia, jenis kelamin, dan kondisi medis lainnya.

Karena sindrom koroner akut merupakan kondisi darurat medis, kondisi ini harus segera mendapatkan penanganan.

Pengobatan

Pengobatan dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit dan melancarkan aliran darah agar bisa memulihkan fungsi jantung secepat mungkin.

Untuk jangka panjang, pengobatan dilakukan guna meningkatkan fungsi jantung secara keseluruhan, mengelola faktor risiko, dan menurunkan risiko serangan jantung.

Pengobatan mungkin akan melibatkan obat-obatan, seperti:

- Trombolitik: membantu menghancurkan gumpalan darah yang menghalangi arteri.

- Nitrogliserin: meningkatkan aliran darah dengan memperlebar pembuluh darah sementara.

- Obat antiplatelet: membantu mencegah pembentukan gumpalan darah.

- Beta blocker: membantu mengendurkan otot jantung dan menurunkan tekanan darah.

- Angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor: memperlebar pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah.

- Angiotensin receptor blockers (ARBs): membantu mengontrol tekanan darah.

- Statin: menurunkan jumlah kolesterol yang bergerak dan mengecilkan timbunan plak.

Jika obat-obatan gagal mengatasi masalah yang ada, prosedur bedah tertentu, seperti angioplasti, intervensi koroner primer, atau bypass koroner mungkin diperlukan.

Hal ini dilakukan agar nyawa bisa terselamatkan.

Sementara itu, sindrom koroner akut dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat.

Jalani gaya hidup sehat berikut untuk mencegah terjadinya sindrom koroner akut:

- Mengikuti diet yang menyehatkan jantung dengan mengonsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan protein tanpa lemak.

- Biasakan untuk tidak merokok dan membatasi minum alkohol.

- Melakukan olahraga secara teratur minimal 2-3 jam dalam seminggu agar tetap bugar.

- Rutin memeriksakan tekanan darah dan kolesterol agar dapat mengontrolnya dalam kisaran normal.

- Dengan melakukan perubahan gaya hidup sehat, Anda dapat mencegah munculnya sindrom koroner akut.

Apalagi jika Anda memiliki faktor risiko, maka perubahan gaya hidup ini perlu benar-benar diaplikasikan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal Sindrom Koroner Akut, Kondisi Serius yang Mengancam Nyawa". 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
7 - 1
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
2 - 2
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
Live
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved