Stok Bawang Putih Melimpah di Pasaran, Pengamat Ekonomi Justru Khawatirkan Ini

Sebelum relaksasi terlebih di masa pandemi Covid 19, harga bawang putih melonjak naik sampai Rp. 60.000 per kilogram.

SRIPOKU.COM/Bejo
Bawang putih 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Sejak diberlakukan Permendag Nomor 27 Tahun 2020 terkait relaksasi impor bawang putih dan bombay, harga bawang putih dan bombay sejak April kembali turun bahkan sampai ke tingkat paling rendah.

Sebelum relaksasi terlebih di masa pandemi Covid 19, harga bawang putih melonjak naik sampai Rp. 60.000 per kilogram.

Lebih parah bombay sampai Rp. 120.000 per kilogram. Ketika relaksasi kedua komoditi impor tersebut turun drastis. Bawang putih menjadi rata-rata Rp. 25.000 per kilogram dan bombay Rp. 20.000 per kilogram.

 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sekaligus melihat bawang putih impor yang sudah tiba, Selasa (7/5/2019).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan inspeksi di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, sekaligus melihat bawang putih impor yang sudah tiba, Selasa (7/5/2019). (Istimewa)

Dengan berakhirnya relaksasi impor per 31 Mei 2020 menimbulkan kekhawatiran di pedagang terjadinya permainan harga kembali seperti sebelumnya oleh segelintir importir.

Meskipun menurut penjelasan Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto jumlah Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) yang diterbitkan per Maret 2020 sudah mencapai 450 ribu ton, namun jumlah tersebut tidak menjamin harga bawang putih tetap stabil seperti sekarang ini.

Syaiful Bahari, salah satu pemerhati pertanian mengatakan harga bawang putih dan bombay yang dinikmati masyarakat saat ini adalah harga yang sebenarnya.

Jadi kalau setelah berakhirnya relaksasi harga kembali naik berarti ada rekayasa dan permainan harga seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, tidak ada alasan harga kembali naik karena sekarang ini panen raya bawang putih di Cina kurang lebih 7 juta ton, lebih tinggi dari tahun sebelumnya berkisar 5 juta ton.

"Harga penen baru bawang putih di Cina sampai pelabuhan Indonesia antara 450 sampai 500 dollar Amerika per ton," jelas Syaiful Bahari di Jakarta, Rabu (1/6/2020)

"Harga tersebut bisa jadi patokan berapa harga yang seharusnya dibeli oleh masyarakat. Asal tidak ada penimbunan dan rekayasa harga konsumen bisa menikmati harga bawang putih yang wajar sepanjang tahun," terangnya

Seorang pedagang bawang putih Pasar Induk Kramat Jati, Khairul Piliang menyebut, pihaknya meyakini adanya lonjakan harga bawang putih usai berakhirnya relaksasi impor dan diberlakukan kembali kuota impor.

"Jika diberlakukan pasti naik, bulan depan lah pasti harga udah diatas 15.000 lagi gambaran saya," ucapnya kepada wartawan 

Tak hanya itu, bahkan dirinya juga mengkhawatirkan adanya penimbunan stok bawang putih ketika harga mulai naik.

"Udah pasti itu (penimbunan), kalau saya orang pasar, mahal dibeli, mahal dijual, harusnya bebaskan saja impor," tegasnya.

Sebenarnya, lanjut Khairul, pemerintah sangat mudah untuk melacak kenapa harga bawang putih mengalami kenaikan.

"Data impor barang itu kan ada, sebenarnya kalau menteri perdagangan itu gampang amat, Ditanya aja ke Cina pasarnya berapa, bulan ini, misalnya harga 5000 atau 7000, ini kenapa dijual 25.000 sampai 30.000 disini. Biaya sekian, kan gitu aja gak ada susahnya. Kan di Cina itu kebuka, kenapa disini bisa sampai 40.000, gampang itu lacaknya," jelasnya.

 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Stok Bawang Putih Melimpah, Pengamat Khawatirkan Penimbunan dan Permainan Harga

Editor: Aminudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved