Minggu, 19 April 2026

JK Ungkap Alasan Pertamina Tak Turunkan Harga BBM Meski Harga Minyak Dunia Anjlok

Imbas anjloknya harga minyak dunia, pemerintah diminta untuk menurunkan harga bahan bakar minyak ( BBM).

ist
Jusuf Kalla meninjau proyek Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Cimanggis, Depok, Selasa (15/10/2019) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Harga minyak jenis WTI yang berada di bawah 0 dollar AS per barrel, menjadi bukti terpukulnya sektor energi oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Pasalnya, banyak negara di dunia memutuskan untuk menerapkan lockdown guna menekan penyebaran Covid-19.

Hal tersebut kemudian berimbas terhadap melemahnya permintaan minyak mentah.

Imbas anjloknya harga minyak dunia, pemerintah diminta untuk menurunkan harga bahan bakar minyak ( BBM).

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyatakan, satu diantara dampak dari kondisi pandemi Covid-19 saat ini, adalah harga minyak dunia turun karena pemakaian berkurang.

JK menjelaskan, harga minyak sebelum pandemi di level 70 sampai 80 dolar Amerika Serikat (AS) per barel, tapi sekarang anjlok ke 30-an dolar AS.

Menurut JK, hal tersebut juga merugikan bagi PT Pertamina sebagai pemasok BBM karena tidak bisa serta-merta menurunkan harga kendati minyak dunia di level rendah.

"Kalau harga BBM diturunkan, langsung Pertamina bangkrut karena Pertamina kan memberikan subsidi. Sekarang sudah turun, tapi penjualan juga turun," katanya.

Penurunan konsumsi BBM tersebut dinilanya karena masyarakat dilarang banyak berpergian saat pandemi, sehingga penggunaan kendaraan berkurang.

"Jadi, penjualan Pertamina turun 30 sampai 40 persen, akibatnya kalau harga BBM diturunkan, double dia kena. Sedangkan, ongkos operasional Pertamina tidak banyak turun, tapi harga bbm Pertamina tidak terlalu tinggi juga," pungkasnya.

Malaysia Turunkan Harga BBM

Dikutip dari Financial Times, Selasa (21/4/2020), harga minyak acuan WTI untuk pengiriman Mei 2020 sempat anjlok 250 persen ke level -40,32 dollar AS per barrel.

Ini merupakan kali pertama harga minyak acuan WTI berada di zona negatif.

Pada akhir perdagangan Senin, seperti dikutip dari Oilprice.com, harga emas hitam ini ditutup pada -37,63 dollar AS per barrel.

Tidak adanya lagi ruang penyimpanan di AS, mengakibatkan harga minyak terjun bebas di pasar global.

Harga minyak jenis WTI yang berada di bawah 0 dollar AS per barrel, menjadi bukti terpukulnya sektor energi oleh pandemi virus corona (Covid-19).

Pasalnya, banyak negara di dunia memutuskan untuk menerapkan lockdown guna menekan penyebaran Covid-19.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved