TRIBUN WIKI
Penyakit Akibat Virus yang Ditularkan Hewan, Kenali Jenis dan Cara Mencegah Zoonosis
Zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang ditransmisikan dari hewan ke manusia.
TRIBUNBATAM.id - Di dunia ini, ada banyak penyakit yang ditularkan oleh hewan.
Hal ini lantaran manusia tidak lepas dari kontak fisik dengan hewan dalam kehidupannya.
Ragam penyakit yang ditularkan oleh hewan ke manusia disebut zoonosis.
Tingkat keparahan penyakit tersebut pun beragam, mulai dari ringan hingga sangat parah sampai menyebabkan kematian.
Covid-19 adalah penyakit yang timbul akibat zoonosis.
Begitu pula beberapa penyakit lainnya seperti pes, rabies, SARS, juga MERS.
• PROTES Tetap Ditagih Biaya Pemeliharaan Lab, Orangtua Siswa Unjukrasa di Depan Sekolah Putra Batam
Zoonosis juga patut diwaspadai saat menjelang Hari Raya Idul Adha, mengingat adanya kegiatan pemotongan hewan qurban yang melibatkan kontak langsung dengan manusia.
Selain itu, penyakit yang tergolong zoonosis juga bisa menular bila manusia menyantap daging hewan terinfeksi.
Apa itu zoonosis dan bagaimana proses transmisinya?
Situs Live Science menyebutkan zoonosis adalah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri yang ditransmisikan dari hewan ke manusia.
Sederhananya, zoonosis adalah penyakit yang berasal dari hewan dan menyebabkan penyakit pada manusia.
Penyakit zoonosis memiliki prevalensi tinggi di seluruh dunia.
Penyakit ini bisa disebabkan oleh virus, bakteri, serta parasit atau jamur dan bisa menimbulkan kondisi sakit parah bahkan kematian.
Studi membuktikan sekitar 60 persen penyakit di dunia diakibatkan oleh zoonosis.
Centers for Disease Control and Prevention (CDc) menyebutkan sebanyak 3 dari 4 penyakit menular baru (Infectious Emerging Disease/ IED) berasal dari hewan.
Jenis penyakit zoonosis
Situs resmi Lab Sistematika Hewan, Sub Parasitologi Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) menyebutkan ada 3 jenis penyakit zoonosis berdasarkan agen penyebabnya:
1. Zoonosis yang disebabkan oleh virus Rabies (penyakit anjing gila) adalah penyakit infeksi yang menyerang susunan saraf pusat, terutama menular lewat gigitan anjing dan kucing.
Penyakit ini disebabkan oleh virus Lyssa dari famili Rhabdoviridae.
2. Zoonosis yang disebabkan oleh parasit Toksoplasmosis disebabkan oleh parasit protozoa bersel tunggal yang dikenal sebagai Toxoplasma gondii.
Penyakit ini menimbulkan ensefalitis (peradangan pada otak) yang serius serta kematian, keguguran, dan cacat bawaan pada janin/ bayi.
Toxoplasma gondii dapat dibedakan dalam 3 bentuk yaitu trofozoit, kista, dan oosit serta dapat menular pada berbagai jenis hewan.
Meski inang definitifnya sebangsa kucing dan famili Felidae, semua hewan berdarah panas dan mamalia seperti anjing, sapi, kambing, dan burung juga berperan dalam melanjutkan siklus Toxoplasma gondii.
Taeniasis ditularkan secara oral karena memakan daging yang mengandung larva cacing pita, baik daging babi (Taenia solium) maupun daging sapi (Taenia saginata).
Penularan taeniasis dapat terjadi karena mengonsumsi makanan yan tercemar telur cacing pita dari kotoran penderita, sehingga terjadi infeksi pada saluran pencernaan (cacing pita dewasa hanya hidup dalam saluran pencernaan manusia).
3. Zoonosis yang disebabkan oleh bakteri Brucellosis merupakan salah satu penyakit zoonosis, terutama melalui kontak langsung dari hewan terinfeksi, minum susu dari hewan terinfeksi, dan menghirup udara yang tercemar oleh bakteri penyebab Brucellosis yaitu Brucella sp.
Indonesia belum bebas dari penyakit ini dengan prevalensi Brucelossis pada ternak sekitar 40 persen.
Terdapat empat spesies Brucella yang dapat menginfeksi manusia yaitu B. abortus yang terdapat pada sapi, B. mellitensis pada kambing dan domba, B. suis pada babi, dan B. canis pada anjing.
Penularan paling banyak terjadi pada konsumsi susu dan produk olahannya yang tidak dipasteurisasi secara sempurna.
Bakteri ini dapat bertahan hingga beberapa bulan di susu dan produk olahannya.
Bagaimana penyakit zoonosis ditransmisikan?
Kontak langsung dengan hewan merupakan cara termudah untuk zoonosis ditularkan kepada manusia.
Mereka yang hidup di antara hewan misal industri ternak, kebun binatang, dan akuarium lebih rentan terkena zoonosis karena kontak dekat dengan hewan.
Selain itu, penyakit zoonosis juga bisa ditularkan lewat serangga atau vektor.
Sebagai contoh, nyamuk merupakan vektor bagi beberapa penyakit seperti Zika, malaria, dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Manusia juga bisa terkena penyakit zoonosis dengan mengonsumsi makanan yang terkontaminasi.
Mengonsumsi daging atau telur yang kurang matang dan bahan makanan yang tidak bersih bisa berdampak penularan penyakit.
Penyakit zoonosis apa saja?
World Health Organization (WHO) telah mengindentifikasi beberapa penyakit zoonosis yang paling banyak diderita, antara lain:
- Influenza zoonosis
- Salmonellosis
- West Nile virus
- Coronavirus
- Rabies
- Brucellosis
- Lyme disease
Influenza zoonosis disebabkan oleh virus yang berasal dari hewan, atau virus influenza tipe A.
Dibanding empat tipe virus influenza lainnya, tipe A adalah yang paling parah.
CDC menyebutkan virus tipe A bisa ditemukan pada bebek, ayam, babi, paus, kuda, anjing laut, dan kucing.
Salmonellosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella yang berasal dari produk makanan yang terkontaminasi.
Mayoritas kontaminasi terjadi usai feses hewan yang terinfeksi berkontak dengan air yang dikonsumsi manusia.
Sementara itu, virus corona adalah kelompok virus yang menjadikan mamalia atau burung inang perantara.
Tipe virus ini bertanggungjawab terhadap beberapa wabah di dunia antara lain SARS (2002-2003) dan Covid-19 yang kini menjadi pandemi global.
Ada 7 virus corona yang diketahui menginfeksi manusia, namun bisa terjadi secara tidak langsung.
Virus SARS misalnya, ditemukan pada kelelawar namun menginfeksi manusia lewat perantara mamalia seperti luwak.
Pencegahan penyakit zoonosis
Dalam level individual, menjaga kebersihan adalah langkah paling baik untuk mencegah penyakit zoonosis.
CDC dan WHO merekomendasikan untuk selalu mencuci tangan usai memegang atau melakukan kontak apapun dengan hewan, termasuk hewan peliharaan.
Untuk hewan peliharaan, jangan lupa lakukan vaksinasi dan bersihkan tubuh mereka secara rutin.
Secara umum, para ilmuwan perlu belajar lebih banyak mengenai hubungan hewan dengan lingkungan serta penyakit.
Dengan mempelajari hal ini, para ilmuwan bisa memberikan rekomendasi akan penyakit-penyakit apa saja yang tengah beredar di sekitar masyarakat. (*)
*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Penyakit Zoonosis, Penyebab Rabies sampai Covid-19?".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/seekor-anjing-liar-yang-habitatnya-di-wilayah-perbukitan-dusun-sente.jpg)