BATAM TERKINI
Perpustakaan BP Batam Masih Ditutup, Pemustaka Kesulitan Cari Referensi Buku
Sejumlah pemustaka berharap, perpustakaan BP Batam kembali beroperasi kembali.
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Nasib perpustakaan Badan Pengusahaan (BP) Batam hingga kini masih belum jelas.
Bangunan yang sebelumnya berada di gedung BP Batam ditutup sementara waktu.
Hal ini membuat beberapa pemustaka kecewa. Ihsan misalnya. Pemuda 30 tahun asal Kota Batam ini sempat datang ke perpustakaan BP Batam.
“Kemarin sempat ke sana, tapi katanya tak buka. Sementara di situs resmi perpustakaan masih dibuka. Saya butuh beberapa referensi dari buku di perpus untuk tulisan saya,” ujarnya kepada TribunBatam.id, Selasa (23/6/2020).
Sebagai pengujung setia Perpustakaan BP Batam, Ihsan mengaku sedih setelah nasib perpustakaan yang terletak di Batam Centre, Kota Batam itu tak kunjung ada kejelasan.
“Masih banyak pemustaka lain yang membutuhkan referensi buku untuk skripsi dan tesis mereka. Seperti teman saya. Dia juga mengeluh dengan kondisi ini,” tambahnya.
Keluhan Ihsan ini dibenarkan oleh salah seorang pustakawan di Perpustakaan BP Batam, Wawan.
Katanya, beberapa pemustaka memang terus berdatangan. Sebagian besar dari para pemustaka sendiri selalu datang dengan berbagai alasan.
“Memang ada mahasiswa yang hanya sekadar membaca buku untuk tugas mereka. Dan ada yang benar-benar untuk keperluan skripsi dan tesis,” ucapnya.
Wawan sendiri hingga saat ini belum mengetahui pasti kapan perpustakaan BP Batam akan beroperasi seperti sedia kala.
• Website PPDB Batam Diperbanyak, Kadisdik Belum ada Rencana Perpanjang Waktu Pendaftaran Online
• BREAKING NEWS, Tribun Podcast Bareng Dirut bright PLN Batam, Bahas Kondisi Listrik Kota Batam
Dia hanya menunggu kebijakan dari pemangku keputusan di BP Batam.
“Sementara waktu, saya sudah meminta petugas untuk tidak mengaktifkan situs resmi perpustakaan agar pemustakan juga tahu belum dibuka,” ucapnya.
Data Kunjungan Perpustakaan BP Batam
Kunjungan pemustaka Perpustakaan Badan Pengusahaan (BP) Batam dari tahun 2014 hingga saat ini diketahui terus meningkat.
Berdasarkan data yang Tribun Batam peroleh, pada tahun 2014 diketahui kunjungan pemustaka mencapai angka 1515.
Pemustaka dibagi empat kategori, karyawan BP Batam, mahasiswa, pelajar, dan umum. Pada tahun 2014, kunjungan didominasi oleh kalangan umum sebanyak 569 orang.
Untuk karyawan BP Batam sebanyak 298 orang, mahasiswa sebanyak 355 orang, dan pelajar 293 orang.
Sementara untuk tahun 2015, total kunjungan mencapai 2012. Terdiri dari 389 orang karyawan BP Batam, 822 orang mahasiswa, 274 orang pelajar, dan 527 orang kalangan umum.
Untuk tahun 2016, total kunjungan mencapai 3955. Terdiri dari 488 orang karyawan BP Batam, 1178 orang mahasiswa, 1725 orang pelajar, dan 564 orang kalangan umum.
Di tahun 2017, total kunjungan mencapai 3670. Terdiri dari 262 karyawan BP Batam, 1458 mahasiswa, 1266 pelajar, dan 684 kalangan umum.
Tahun 2018, total kunjungan mencapai 4153. Terdiri dari 183 karyawan BP Batam, 1602 mahasiswa, 1673 pelajar, dan 695 kalangan umum.
Tahun 2019 total kunjungan mencapai 4331. Terdiri dari 311 karyawan BP Batam, 1244 mahasiswa, 1923 pelajar, dan 853 kalangan umum.
Untuk di tahun 2020, di bulan Februari lalu total kunjungan mencapai 384. Kunjungan masih didominasi oleh mahasiswa dan pelajar dengan total 250 orang.
Sedangkan di bulan Maret 2020, total kunjungan mencapai 403. Kalangan mahasiswa dan pelajar masih mendominasi dengan total 270 orang.
Dipindah ke Taman Rusa Sekupang
Kasubbag Arsip dan Pustaka Badan Pengusahaan (BP) Batam, Erdy Yanto mengungkapkan, BP Batam tidak menutup perpustakaan milik BP Batam secara permanen.
Namun, kebijakan untuk menutup sementara perpustakaan tersebut dikarenakan alasan tertentu.
"Kami pindah ke Taman Rusa Sekupang," ujarnya kepada TRIBUNBATAM.id, Senin (20/4/2020).
Menurutnya, pemindahan ini dikarenakan ruangan perpustakaan ini akan digunakan oleh unit baru sesuai Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang telah ditetapkan pimpinan baru BP Batam, Muhammad Rudi.
"Lagi pula, perpustakaan sebagai pelayanan umum tak tepat di gedung ini. Yakni terkait karena keamanan data. Gedung ini banyak terdapat data-data penting," jelasnya.
Namun, untuk gedung baru di PKO Taman Rusa Sekupang, Erdy mengatakan masih terlalu dini untuk membicarakannya.
Sebab, realisasi gedung di sana baru 10 persen saja.
"Jadi waktunya belum dapat ditentukan," tambahnya.
Dari informasi yang TRIBUNBATAM.id dapatkan, Perpustakaan BP Batam sendiri merupakan salah satu perpustakaan yang telah mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI) melalui bantuan BI Corner.
Ini terlihat jelas di tengah ruangan perpustakaan.
Untuk kapasitas ruangan, perpustakaan ini dapat menampung hampir 100 pemustaka di Batam.
"Namun idealnya sekitar 50 orang," ujar salah seorang pustakawan, Wawan, kepada TRIBUNBATAM.id.
Perpustakaan ini juga menyajikan berbagai sejarah pembangunan Kota Batam dari waktu ke waktu.
Terdapat pula pigura pimpinan BP Batam, mulai dari Ibnu Sutowo sebagai pimpinan awal hingga Lukita Dinarsyah Tuwo.
Para pemustaka dapat melihat pula jejak Alm. B. J. Habibie saat membangun Batam dalam buku berjudul "Mengungkap Fakta Pembangunan Batam Era B. J. Habibie". (Tribunbatam.id/Ichwan Nurfadillah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/buku-di-perpustakaan-bp-batam-dipindakan.jpg)