Ternyata Ini Penyebab Mobil Bergetar, Begini Cara Mengatasinya
Pernah mengalami mobil kesayangan bergetar, baik saat kondisi mobil belum dijalankan maupun ketika sudah berkendara?
TRIBUNBATAM.id - Pernah mengalami mobil kesayangan bergetar, baik saat kondisi mobil belum dijalankan maupun ketika sudah berkendara?
Kala ditelusuri, rupanya penyebabnya dari permukaan disc brake maupun teromol yang mengalami oleng atau bergelombang.
Solusi untuk kondisi seperti ini, bisa dengan cara mengganti cakram baru atau membubut permukaannya yang mulai bergelombang tadi.
Lantas bagaimana bila getaran yang terjadi bukan saat melakukan pengereman?
Misal ketika mobil dalam kondisi belum dijalankan dan mesin masih idle, hingga saat mobil dikendarai.
Nah, berikut ini akan kami paparkan beberapa kendala vibrasi, berikut ciri-ciri dan part mana yang jadi biang keroknya.
1. Setir Bergetar Kala Mesin Stasioner
Menurut Suwandi, Service Advisor bengkel resmi Suzuki PT Sejahtera Buana Trada di Pulogadung, Jakarta Timur, bila merasakan getaran di setir saat mesin idle (di rpm yang normal).
“Ada kemungkinan engine mounting sudah waktunya minta diganti,” bilangnya.
Ciri-ciri lainnya bila part pegangan mesin ini ‘kena’, “Ketika masuk gigi akan terasa atau terdengar suara jeduk,” jelas Wandi, sapaan akrabnya.
Nah, untuk memastikan apa benar engine mounting sudah aus atau belum, triknya begini.
“Coba masukkan jari ke sela-sela celah pada dudukan besi engine mountingnya,”
“Kalau jari susah masuknya karena celah itu sudah terlalu rapat, tandanya engine mounting sudah aus dan harus diganti,” papar pria murah senyum ini.
Bergetar Di Bawah Kecepatan 90 Km/Jam
Beda lagi bila Anda merasakan setir atau beberapa bagian di interior bergetar, saat mobil dijalankan di bawah kecepatan 90 km/jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pengukuran-vibrasi-di-setir.jpg)