Banting Botol Bir, Anggota Dewan Malam-malam Keluyuran Cari Bupati untuk Tagih Duit Rp 1,6 Miliar
Malam itu, Sang anggota dewan mencari Bupati untuk menagih utang pemenangan Pilkada sebesarp 1,5 miliar
Namun, mantan Sekretaris Daerah Tulungagung itu mengaku selalu siap diajak bicara.
"Saya bingung, saya tidak pernah utang segunung nilainya. Sehingga, saya diam saja," sambung Maryoto Birowo.
Maryoto mengaku heran, jika ada orang yang mengaku kesulitan menemuinya.
Sebab, dirinya selalu ada di pendopo dan bisa diajak bicara.
Namun diakui Maryoto, Suharminto tidak mau ke pendopo dengan alasan banyak orang.
"Dia tidak mau ke sini (pendopo) karena ada orang, kan susah saya. Di sini, (selalu) banyak orang," ucap Maryoto.
Maryoto mengaku belum ada komunikasi dengan Suharminto pasca kejadian di pendopo.
Orang nomor satu di Tulungagung itu juga memikirkan perdamaian dengan Suharminto.
5. Kronologi kejadian
Keributan terjadi di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, pada 29 Mei 2020 malam.
Suharminto yang datang bersama Yoyok marah, karena tidak bisa menemui bupati.
Yoyok kemudian memecahkan toples di ruang tamu pendopo.
Ia juga melemparkan botol bir kosong ke tengah pendopo.
Kasus itu kemudian dilaporkan.
Yoyok telah ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan perusakan.
Sedangkan, Suharminto juga dilaporkan secara terpisah, dengan tudingan melakukan ancaman pembunuhan.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banting Botol Bir, Anggota Dewan Blak-blakan Tagih Rp 1,6 Miliar untuk Pemenangan Bupati Tulungangung", https://regional.kompas.com/read/2020/06/27/13330011/banting-botol-bir-anggota-dewan-blak-blakan-tagih-rp-16-miliar-untuk?page=all.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27-6-2020-anggota-dprd.jpg)