Senin, 8 Juni 2026

TRIBUN WIKI

Mengenal Sejarah dan Konflik Rohingya, Jadi Kaum Minoritas di Myanmar

Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Myanmar.

Tayang:
ist
Kondisi Pengungsi Rohingya - Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Myanmar. 

TRIBUNBATAM.id - Krisis pengungsi Rohingya hingga kini masih terus terjadi.

Justru semakin banyak masyarakat suku Rohingya yang melarikan diri dari negaranya.

Sejak Selasa (22/6/2020), sebanyak 94 pengungsi Rohingya terdampar di perairan Seunuddon, Aceh Utara.

Baru-baru ini, Perdana Menteri Malaysia, Muhyiddin Yassin bahkan meminta ASEAN untuk menanggulangi krisis tersebut lantaran sudah tidak bisa menampung pengungsi lagi.

Sekilas tentang Rohingya

Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Myanmar.

Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh (yang berlawanan dengan mayoritas rakyat Myanmar yang Sino-Tibet).

Menurut penuturan warga Rohingya dan beberapa tokoh agama, mereka berasal dari negara bagian Rakhine.

Sedangkan sejarawan lain mengklaim bahwa mereka bermigrasi ke Myanmar dari Bengal terutama ketika masa perpindahan yang berlangsung selama masa pemerintahan Inggris di Burma, dan pada batas tertentu perpindahan itu terjadi setelah kemerdekaan Burma pada tahun 1948 dan selama periode Perang Kemerdekaan Bangladesh pada tahun 1971.

Sejarah

PBB mendefinisikan Rohingya sebagai minoritas agama dan bahasa dari Myanmar barat dan bahwa Rohingya adalah salah satu dari minoritas yang paling dipersekusi atau paling mendapat perlakuan buruk di dunia.

Namun asal kata Rohingya, dan bagaimana mereka muncul di Myanmar, menjadi isu kontroversial.

Sebagian sejarawan mengatakan kelompok ini sudah berasal dari ratusan tahun lalu dan lainnya mengatakan mereka baru muncul sebagai kekuatan identitas dalam seabad terakhir.

Pemerintah Myanmar berkeras bahwa mereka adalah pendatang baru dari subkontinen India, sehingga konstitusi negara itu tidak memasukkan mereka dalam kelompok masyarakat adat yang berhak mendapat kewarganegaraan.

BREAKING NEWS, Tim SAR Cari Kapal Kayu Angkut Pemancing, Diduga Kandas di Perairan Tanjungpinang

Perusahaan Malaysia Ini Bikin Sedotan yang Bisa Dimakan, Terbuat dari Tepung Beras dan Tapioka

Mereka tinggal di salah satu negara bagian termiskin di Myanmar, dan gerakan dan akses mereka terhadap pekerjaan sangat dibatasi.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved