Selasa, 2 Juni 2026

TRIBUN WIKI

Penyebab Morning Sickness, Gejala Ketegangan Pada Otot Perut dan Cara Menanganinya

Morning sickness biasanya disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron yang memicu ketegangan pada otot polos pada perut dan usus.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Kompas.com
ILUSTRASI Hamil 

TRIBUNBATAM.id - Wanita hamil lumrah mengalami mual dan muntah.

Kondisi ini umumnya muncul pada awal kehamilan dan biasa dikenal dengan morning sickness.

Wanita hamil bisa menjadi sangat sensitif akan bau tertentu sehingga mudah merasa mual.

Bila intensitas mual dan muntah terbilang sering, maka aktivitas bisa terganggu.

Mereka juga bisa mengalami lemas dan lemah setelah muntah.

Sebenarnya, apa pemicu morning sickness pada awal kehamilan dan bagaimana cara mengatasinya?

Penyebab

Menurut spesialis Obstetri dan Ginekologi Julian Peskin, morning sickness biasanya disebabkan oleh peningkatan kadar hormon progesteron yang memicu ketegangan pada otot polos pada perut dan usus.

Otot polos yang menegang bisa memicu hal berikut:

- proses pencernaan melambat sehingga makanan berada lebih lama di perut

- sfigter esofagus atau katup antara lambung dan esofagus mengendur sehingga membuat isi perut naik dan kembali ke kerongkongan

- memicu rasa mulas yang memperburuk mual.

Selain itu, hormon estrogen juga meningkat selama masa kehamilan yang turut memicu perasaan mual dan muntah.

Setiap wanita merasakan pengalaman morning sickness yang berbeda-beda.

Bahkan, beberapa wanita juga bisa mengalami morning sickness parah atau dalam istilah medis disebut hiperemesis gravidarum.

Hal ini bisa terjadi karena kadar hormon hCG (human uman chorionic gonadotropin) yang lebih tinggi.

Selain tingginya kadar hormon, morning sickness juga bisa dipicu oleh faktor berikut:

- hamil anak kembar

- kelelahan yang berlebihan

- stres emosional

- sering bepergian.

Morning sickness adalah hal alami yang dialami wanita saat hamil, terutama di usia kandungan minggu ke lima atau enam.

Kondisi ini akan mencapai puncaknya pada minggu ke sembilan.

Morning sickness biasanya akan hilang secara bertahap pada minggu ke 12 hingga 14 usia kehamilan.

Morning sickness yang tiba-tiba hilang justru menandakan adanya bahaya.

Jika Anda bangun suatu hari dan menyadari bahwa mual di pagi hari Anda telah hilang dalam semalam, segera hubungi dokter.

Di sisi lain, terlalu sering muntah saat masa kehamilan juga bisa menyebabkan dehidrasi dan ketidak seimbangan elektrolit dengan gejala berikut:

- mulut kering

- kulit kering atau gatal

- pusing

- merasa lemah

- produksi urin menurun.

Cara mengatasi

Tidak ada cara instan untuk mengatasi morning sickness di awal kehamilan.

Untuk mencegah efek samping dari morning sickness, para wanita bisa melakukan perubahan gaya hidup seperti:

- banyak istirahat

- menghindari makanan atau aroma yang mendatangkan mual

- mengonsumsi sesuatu seperti roti panggang atau biskuit sebelum bangun dari tempat tidur

- mengonsumsi banyak cairan

- mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung jahe.

Jika morning sickness yang dialami sangat parah, Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Dokter biasanya akan memberikan obat khusus seperti berikut:

- antihistamin: untuk membantu mual dan mabuk perjalanan

- phenothiazine: untuk membantu menenangkan mual dan muntah yang parah

- metoclopramide (Reglan): untuk membantu perut memindahkan makanan ke usus dan membantu mual dan muntah

- antasida: untuk menyerap asam lambung dan membantu mencegah refluks asam.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab dan Cara Mengatasi "Morning Sickness" di Masa Kehamilan". 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved