Senin, 27 April 2026

Wabah Covid-19 Merebak, Penjualan Sepeda di Inggris Meningkat, Laku 50 Unit Per Hari

Ternyata wabah Covid-19 membuat warga Inggris cenderung gunakan sepeda sebagai alat mobilitas. Dibuktikan dengan penjualan sepeda yang terus meningkat

FREEPIK.COM
Ilustrasi Bersepeda. Penjualan sepeda di Inggris meningkat usai dilanda virus Corona atau Covid-10. 

TRIBUNBATAM.id, LONDON - Inggris masuk ke dalam jajaran negara di dunia yang memiliki jumlah kasus virus Corona atau Covid-19 tertinggi.

Ternyata wabah ini membuat warga Inggris cenderung menggunakan sepeda sebagai alat mobilitas.

Tak hanya di Inggris, merebak pula orang-orang bersepeda di Indonesia.

Bersepeda jadi pilihan olahraga yang paling laris diminati sejak pandemi Covid-19 mewabah di seluruh dunia.

Kekhawatiran tertular virus Corona pada saat berada di transportasi umum telah meningkatkan penggunaan sepeda untuk berangkat ke tempat kerja.

Tidak hanya untuk aktivitas sehari-hari, penggunaan sepeda untuk memulai hobi gowes membuat tren penjualan sepeda melonjak di banyak negara.

Dibalik Kesuksesan Liverpool Juara Liga Inggris, Ada Peran Besar Istri Juergen Klopp

Melansir BBC, di Inggris sejumlah toko sepeda mengalami lonjakan penjualan sebagai akibat dari adanya lockdown dan naiknya minat warga Inggris untuk berolahraga.

Beberapa toko sepeda bahkan harus berjuang untuk memenuhi permintaan pembeli.

Broadribb Cycles di Bicester biasanya menjual 20-30 sepeda per minggu.

Stuart Taylor, manajer toko tersebut mengatakan toko itu saat ini menjual 50 sepeda setiap hari, selain itu ada pula peningkatan pada layanan servis sepeda.

Di bengkel sepeda Lunar Cycles di London utara, mekanik bengkel itu juga mengatakan bahwa perdagangan sepeda sedang melonjak.

"Industri sepeda mengalami booming. Orang-orang berkata 'Saya kembali naik sepeda setelah terakhir melakukannya 15 atau 20 tahun yang lalu'," kata Andrew Hassard dari Mango Bikes di Ballyclare, Irlandia Utara.

Hasil Studi Terkait Covid-19 di Inggris, Keluarga Miskin Alami Krisis, Orang Kaya Sebaliknya

 Inggris menjadi salah satu negara di dunia yang terdampak virus Corona atau Covid-19.

Termasuk para keluarga miskin atau pekerja berpenghasilan rendah di Inggris.

Sebuah studi di Inggris menunjukkan pekerja berpenghasilan rendah di Inggris terdesak selama pandemi ini.

Sedangkan sebagian besar keluarga kaya di negara itu telah meningkatkan pundi-pundi kekayaan mereka.

Dikutip dari laman Russia Today, Rabu (24/6/2020), keluarga-keluarga di Inggris kini dihadapkan pada kontraksi ekonomi paling parah selama lebih dari 100 tahun.

Menurut penelitian terbaru dari Resolution Foundation, krisis saat ini dianggap hanya akan memperlebar ketidaksetaraan.

"Yang mengkhawatirkan, rumah tangga berpendapatan rendah lebih cenderung mengambil utang ekstra untuk mengatasi krisis.

Angkanya mencapai dua kali lebih banyak dibandingkan keluarga berpenghasilan tinggi," seperti yang tertulis dalam analisis yang dirilis pada hari Senin lalu.

Sebagai contoh, seorang pekerja biasa di sektor ekonomi yang saat ini ditutup, hanya memiliki tabungan rata-rata sebesar 1.900 poundsterling pada Mei lalu.

Ini tentunya jauh lebih kecil dibandingkan dengan tabungan yang dimiliki mereka yang dapat tetap bekerja dari rumah selama krisis, yakni sebesar 4.700 poundsterling.

Namun lebih dari sepertiga keluarga terkaya di Inggris telah melihat terjadinya peningkatan pada tabungan mereka di bulan-bulan pertama krisis.

Sementara penelitian mencatat bahwa ketidaksetaraan kekayaan di Inggris sejalan dengan banyak negara lainnya.

Kendati demikian, kesenjangan itu jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang masih relatif tinggi.

Kesenjangan kekayaan di seluruh negeri Britania Raya itu juga telah tumbuh, dengan angka terbesar kekayaan disumbang kota London dan wilayah Tenggara antara periode 2016 dan 2018, sebesar 38 persen dari total semua kekayaan.

Lockdown Inggris Dicabut, Restoran di London Akan Kembali Dibuka, Terapkan Social Distancing

 Usai lockdown di Inggris dicabut, London mengumumkan akan membuka kembali pusat kulinernya.

Hal ini disampaikan langsung oleh pemerintah London, Inggris demi memulihkan wisata kuliner di kota tersebut.

Tentunya tetap menggunakan protokol kesehatan yang ada.

Pusat kuliner populer di West End seperti Covent Garden, Soho, Mayfair, Paddington, Chinatown dan beberapa jalan dekat Oxford Circus akan dibuka pada 4 Juli mendatang.

Rencananya meja dan kursi dari sejumlah kafe, restoran, dan bar akan ditempatkan di luar untuk menerapkan pedoman social distancing dengan memberikan ruang yang cukup kepada pengunjung.

Oleh sebab itu, dewan di London telah menyusun rencana untuk memperluas trotoar dan menutup jalan sementara, seperti dilaporkan Lonely Planet.

Pengunjung yang datang wajib duduk di meja luar dan hanya boleh masuk ke dalam saat akan menggunakan toilet.

Di beberapa daerah, kantong parkir akan dihapus untuk membuat lebih banyak ruang untuk pengunjung.

Melansir dari Evening Standard, tempat parkir dapat digunakan sebagai tempat makan tanpa perlu izin perencanaan atau lisensi tambahan.

"Sektor hospitality sangat penting bagi perekonomian Westminster dengan lebih dari 3.000 bar dan restoran," kata pemimpin dewan kota Westminster Rachael Robathan pada Lonely Planet.

"Mereka (bar dan restoran) dan banyak atraksi lainnya, adalah alasan orang terbang ribuan mil untuk menikmati West End," lanjutnya.

West End merupakan pusat tempat makan mewah, makan siang yang lezat, dan beberapa restoran yang paling menarik di London.

Dengan merevitalisasi jalanan di kawasan West End, diharapkan dapat membuka pusat restoran tersebut.

Tujuannya tentu saja untuk kembali meningkatkan perekonomian setempat.

Jika berhasil, rencana ini nantinya juga akan diadopsi kota-kota lain di Inggris, termasuk Manchester, Liverpool, dan Birmingham.

Sebelumnya, cara seperti ini juga telah berhasil diterapkan di Athena (Yunani), Barcelona (Spanyol), dan Paris (Prancis).

(*)

Liverpool Juara Liga Inggris 2019 - 2020, Inilah Daftar Juara Liga Inggris Sejak Era Premier League

Sukses Tes Pada Hewan, Inggris Mulai Lakukan Uji Coba Vaksin Covid-19 ke Manusia

Hasil, Klasemen, Top Skor Liga Inggris Setelah Chelsea Menang, Liverpool Juara, Jamie Vardy 19 Gol

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Mewabah Corona Merebak Pula Bersepeda di Seluruh Dunia Termasuk Indonesia.

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved