Hebei Laporkan Klaster Baru Covid-19, China Pilih Lockdown Setengah Juta Warganya
Pada Minggu (28/6/2020), China memberlakukan lockdown ketat pada hampir setengah juta orang di provinsi Hebei. Hebei menjadi klaster baru Covid-19.
Tes juga telah diperluas untuk semua karyawan salon kecantikan dan salon rambut kota, Global Times melaporkan.
Komisi Kesehatan Nasional China melaporkan 19 kasus baru Covid-19 pada Sabtu (27/6/2020).
Komisi Kesehatan Nasional mengatakan 17 kasus baru pada hari Sabtu, itu turun dari 21 kasus pada hari sebelumnya.
Demikian dilaporkan Komisi Kesehatan Nasional China pada Minggu (28/6/2020).
Di Beijing, 14 kasus baru dikonfirmasi, turun dari 17 kasus pada sehari sebelumnya.
Sejak 11 Juni lalu, ketika Beijing melaporkan kasus pertama gelombang kedua Covid-19, yang berasal dari pusat makanan dan sayuran di pasar Xifandi, tercatat 311 orang di kota lebih dari 20 juta orang telah tertular virus.
China melaporkan tiga kasus baru yang disebut kasus impor pada Jumat (26/6/2020) lalu. Kasus baru ini terkait dengan wisatawan yang datang dari luar negeri. Sebelumnya terdapat empat kasus. Pada sehari.
China juga melaporkan tujuh pasien asimtomatik baru, yang dinyatakan positif Covid-19 tetapi tidak menunjukkan gejala klinis seperti demam. Angka ini turun dari 12 kasus pada hari sebelumnya.
Otoritas kesehatan nasional tidak memasukkan pasien asimtomatik dalam penghitungan kasus dikonfirmasi.
Korban tewas berdiri di 4.634, tidak berubah sejak pertengahan Mei.
China Uji Ribuan Sampel Makanan Terhadap Covid-19, Semua Tunjukkan Hasil Negatif
China kembali melaporkan penemuan klaster virus Corona atau Covid-19 usai longgarkan lockdown.
Kluster tersebut ditemukan di pasar makanan segar di Beijing.
Hal ini membuat ribuan sampel makanan laut impor, domestik, daging, dan sayuran di China telah diuji terhadap virus Corona.
Hasil penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa semuanya negatif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-warga-china-di-tengah-wabah-covid-19.jpg)