Anaknya Diusulkan Jadi Calon Wakil Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad: Serba Salah
Mahathir Mohammad mengatakan soal usulan pencalonan anaknya sebagai wakil perdana menteri yakni Datuk Seri Mukhriz Mahathir bukanlah datang darinya.
TRIBUNBATAM.id, KUALA LUMPUR - Anak dari mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad ikut menjadi sorotan terkait pencalonannya sebagai Wakil Perdana Menteri.
Mahathir Mohammad mengatakan soal usulan pencalonan anaknya yakni Datuk Seri Mukhriz Mahathir bukanlah datang darinya.
Dia juga menyingung tentang akan datangnya kritik dari berbagai pihak jika anaknya dicalonkan menjadi Wakil Perdana Menteri Malaysia.
"Saya sadar saya akan dikritik apabila mencalonkan anak saya Mukhriz sebagai Wakil Perdana Menteri II," ujar Mahathir di Kuala Lumpur, Senin (29/6/2020),
Mahathir mengatakan, usulan tersebut tidak datang dari dirinya karena, dalam pernyataan bersama Ketua Partai Amanah Mohamad bin Sabu dan Sekjen Partai DAP Lim Guan Eng pada 22 Juni 2020, pelantikan Mukhriz sebagai Wakil Perdana Menteri II sudah disebut.
"Saya berada dalam keadaan serba salah. Di waktu saya jadi Perdana Menteri kali pertama saya telah larang anak saya dari bergiat dalam politik, khusus sebagai anggota partai pemerintah.
• Diupah Rp 13 Juta, Dua Calon Penumpang Bandara Hang Nadim Sebut Asal Sabu-Sabu dari Malaysia
Saya tidak mau dituduh mempraktekkan nepotisme, memberi keistimewaan kepada keluarga saya," katanya.
Namun karena dirinya tidak lagi menjadi perdana menteri, ujar Mahathir, tanggung jawab menjaga nama dirinya tidak sepatutnya dipikul terus menerus oleh anaknya.
Menurut Mahathir, anaknya bebas untuk berpolitik dan berhasil atau tidaknya sang anak dalam perpolitikan tergantung pada diri mereka sendiri.
"Apabila nama Mukhriz diusulkan untuk jabatan-jabatan tertentu, saya tidak ada hak untuk menentang karena kepentingan diri saya," katanya.
Dia mengatakan, terserah kepada masing-masing orang apakah mereka akan percaya pada penjelasannya itu.
"Sudah tentu orang yang bermusuhan dengan saya, akan mengatakan sinis. Ini saya terima karena memang ia adalah naluri manusia," katanya.
Mahathir dikeluarkan dari Partai Bersatu
Sebelumnya diberitakan, Mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dikeluarkan dari keanggotaan Partai Pribumi Bersatu (Partai Bersatu).
Hal tersebut tertuang dalam surat pengurus Partai Bersatu yang ditujukan ke Mahathir yang beralamatkan di Yayasan Kepemimpinan Perdana, Putrajaya, Kamis (28/5/2020).