Jumat, 1 Mei 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

Jadwal Rapid Test Massal Pedagang Pasar Tos 3000 Mundur, Ini Kata Kadinkes Batam

"Kami intinya sudah siap. Namun untuk lebih jelas mungkin bisa langsung ke Disperindag saja karena koordinator ada di mereka," ujar Didi.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNBATAM.id/HILMI HEPTANA
ILUSTRASI / Suasana di Pasar Tos 3000 Batam, Kamis (18/6/2020). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Jadwal Rapid Test Massal Pedagang Pasar Tos 3000 mundur.

Sebelumnya, agenda rapid test massal ini akan diselenggarakan pada Senin (29/6/2020).

Namun, belum ada kegiatan terkait yang dilaksanakan di Pasar Tos 3000 hingga saat ini.

Penundaan rapid tes massal di pasar Tos 3000 ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi.

Penundaan ini menurutnya bukan disebabkan oleh ketidaksiapan dari petugas kesehatan.

Ia mengungkapkan, penundaan rapid test massal ini dikarenakan menunggu instruksi dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sebagai koordinator.

Didi mengatakan, kegiatan rapid test massal kembali dijadwalkan pada 6 Juli 2020.

"Iya benar ditunda. Rencananya 6 Juli mendatang," ucapnya.

"Kami intinya sudah siap. Namun untuk lebih jelas mungkin bisa langsung ke Disperindag saja karena koordinator ada di mereka," ujar Didi.

Sementara aktivitas warga Senin (29/6) pagi di pasar Induk Jodoh, Batam berjalan normal.

Kegiatan jual beli bahan kebutuhan pokok di sana sama seperti hari-hari sebelumnya.

 Terapkan Smart Water Management System, ATB Jadi Rujukan Berskala Dunia

 Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan, Aston Batam Terima Sertifikasi Safe Travels dari WTTC

Sementara di pasar ikan basah bagian dalam pasar, tampak berdesak-desakan.

Tidak tampak penerapan pembatasan jarak dan sosial.

Tak hanya itu, penggunaan masker pun masih belum sepenuhnya dilaksanakan oleh masyarakat.

"Ayo-ayo beli ikan, Bu. Murah-murah saja. Yang penting laris," ujar seorang pedagang ikan di sana.

Pedagang laki-laki yang menjual dagangannya itu tampak tidak mengenakan masker. Hal serupa juga dengan pedagang lain.

"Masker bukan satu-satunya mencegah corona bang. Karena pasar di sini ketika kita pakai masker, aroma bertahan di hidung dalam masker. Bagusnya memang dibuka saja, biar udara masuk," kata seorang pedagang perempuan mengemukakan alasan ketika ditanya tribun.

Pantauan lain di pasar itu, harga sembako masih terbilang normal. Misalkan cabe merah dan rawit masih dapat Rp5 ribu per ons.

Ikan Belanak Rp35-45 ribu per kg, Kembung Rp30-35 ribuper kg, beras rambutan masih Rp12-3 ribu per kg. Dan item sembako lainnya, tampak tak ada kenaikan.

Tanggapan Kadinkes Batam

Sebagian pedagang Pasar Tos 3000 Batam masih terkesan cuek menerapkan protokol kesehatan. Padahal Pasar Tos 3000 sudah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Batam.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengatakan, saat tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 melakukan sosialisasi di pasar tersebut, para pedagang terkesan tidak mengindahkan imbauan yang disampaikan pihaknya.

"Mayoritas pedagang cuek dan tidak mengenakan masker," ujarnya, saat News Webilog dengan Tribunbatam.id mengangkat tema 'Pasar Tos 3000 #Ditata atau Di-Covid?', Sabtu (27/6/2020).

Didi mengatakan, untuk penegasan imbauan menggunakan masker, pihaknya sedikit sulit memberikan sanksi atau denda kepada masyarakat yang melanggar.

"Kita dari gugus tugas selama belum ada aturan atau regulasi seperti perda, hanya sebatas memberikan imbauan saja," ujarnya.

Didi mengatakan, walaupun sudah sering memberikan imbauan penerapan protokol kesehatan, tetapi jika pedagang dan masyarakat itu sendiri yang tidak memiliki kesadaran, maka hal tersebut akan sulit dilaksanakan.

"Yang terpenting ialah kepatuhan terhadap anjuran Pemerintah. Kita melihat pedagang di beberapa daerah ketika ada anjuran dari pemerintah, mereka mengikuti dan memakai hal tersebut," ujarnya.

Dalam diskusi daring yang diadakan Tribunbatam.id itu, Didi juga menyampaikan aturan terbaru dari WHO.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa aturan tersebut belum diterapkan di Indonesia.

Didi juga menyampaikan bahwa penyebaran Covid-19 di Batam sudah mulai mereda.

"Jika melihat kasus, dalam beberapa hari tidak ada penambahan kasus baru, maka dalam tanda kutip kami mengasumsikan bahwa penyebaran mulai mereda," sebutnya.

Meski begitu, hal tersebut tak membuat pihaknya bersantai dalam penanganan Covid-19 di Batam.

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Batam agar tetap mematuhi protokol kesehatan yang disampaikan oleh pemerintah.

"Tetaplah menggunakan masker, melakukan physical distancing dan social distancing, tetap mencuci tangan," imbaunya.

Ia juga mengingatkan, jika tidak ada kebutuhan yang mendesak agar menghindari tempat keramaian.

 Hut Bhayangkara ke 74, Mengenal Sosok Jendral Berambut Gondrong Paling Ditakuti Gembong Narkoba

 Keganasan Pria Ini Bikin Fatal, Istrinya Tewas Diranjang saat Malam Pertama

Jika memang harus datang ke tempat yang tidak mungkin menghindari keramaian, seperti ke pasar, maka dianjurkan menggunakan pelindung muka dan juga melakukan olahraga sebisa mungkin dan cukup istirahat agar tetap dalam kondisi sehat.

Ingin Jualan dengan Tenang

Pasar Tos 3000 merupakan pasar yang menjadi rujukan masyarakat Batam untuk membeli bahan kebutuhan pokok.

Di pasar ini setidaknya ada 1.235 pedagang yang menggantungkan hidupnya dengan menjajakan barang dagangan.

Salah satu pedagang yaitu Amin. Ia sudah 20 tahun berjualan di Pasar Tos 3000.

Ia sudah mendengar kabar Pasar Tos 3000, kini menjadi klaster penyebaran Covid-19 di Batam.

"Kabar ada pedagang yang terkena Covid-19 kita dengar, tapi yang mana orangnya kita tidak tahu," ujarnya, saat ditemui reporter Tribun Batam yang melaporkan secara langsung di lokasi Pasar Tos 3000, Sabtu (27/6/2020).

Begitu juga, dengan wacana penataan pasar yang saat ini berkembang di tengah para pedagang, ia sudah mendengarnya.

"Pasar ini kan sudah ditata," jawabnya.

Ia berharap agar wacana yang ada segera disosialisasikan secara jelas kepada para pedagang, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran di tengah pedagang.

"Harapan kami bisa berjualan dengan tenang, jangan gusur sini, gusur sana," ujarnya.

Sedangkan untuk perilaku para pembeli di tengah pandemi Covid-19, menurutnya, sebagian besar pembeli sudah mengenakan masker.

"Kalau pembeli ke sini hampir semua mengenakan masker," ujarnya di sela diskusi daring yang diadakan Tribunbatam.id.(TribunBatam.id/Hening Sekar Utami/Leo Halawa/Alamudin)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved