TRIBUN WIKI
SEJARAH Churros Khas Spanyol, Ternyata Terinspirasi dari Cakue Khas China
Salah satu kudapan dari luar negeri yang cukup populer di Indonesia adalah churros. Kudapan khas Spanyol dan Amerika Latin ini telah mendunia.
TRIBUNBATAM.id - Salah satu kudapan dari luar negeri yang cukup populer di Indonesia adalah churros.
Churros merupakan sajian khas orang-orang Spanyol dan Amerika Latin yang terbilang mendunia.
Memiliki citarasa manis dan gurih, churros disukai lantaran rasanya yang mudah diterima oleh lidah orang Indonesia.
Kudapan yang cocok disantap dengan saus cokelat ini memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di bagian dalamnya.
Di Indonesia, churros banyak di jual di pinggir jalan hingga jadi salah satu menu di kafe atau restoran western.
Dilansir dari Fox News, churros tak hanya sekadar sering dinikmati sebagai jajanan yang biasa kamu temukan di jalan.
Churros juga sering dinikmati sebagai sajian sarapan, dicocol ke dalam cokelat panas yang kental atau disajikan dengan cafe con leche.
Cafe con leche adalah kopi khas Spanyol yang dicampur dengan susu panas.
• MESKI Batam Sudah Zona Kuning Covid-19, Paket Sembako Tahap IV Tetap Dibagikan Pertengahan Juli
Sejarah churros
Meski dikenal berasal dari Spanyol, sebenarnya sejarah churros jauh lebih panjang dari hanya Spanyol dan Amerika Latin.
Belum ada sumber yang benar-benar pasti soal sejarah churros.
Banyak pendapat soal dari mana asal gorengan nikmat ini.
Salah satu versi menyebutkan soal para pelaut Portugis yang menemukan makanan sejenis churros di China bagian utara yang disebut you tiao.
Di Indonesia, you tiao ini dikenal dengan sebutan cakue.
Para pelaut ini pun menemukan you tiao lalu membawanya bersama mereka.
Orang-orang Spanyol mempelajari you tiao tersebut dari negara tetangganya.
Lalu mengubah resepnya dengan cara mencetak adonan dengan ujung semprit berbentuk bintang.
Itulah asal mula bentuk khas churros yang khas.
Penggembala Spanyol yang nomaden Versi lainnya adalah churros tercipta dari para penggembala Spanyol yang tinggal nomaden.
Mereka tinggal di gunung dan tak punya akses ke toko roti.
Oleh karena itu, mereka menciptakan churros yang cukup mudah dimasak, karena cukup hanya digoreng di wajan dengan api di bawahnya.
Sumber dari cerita ini adalah bahwa terdapat salah satu jenis domba yang disebut ‘Navajo-Churro’.
Domba ini merupakan keturunan dari jenis domba ‘Churra’ yang berasal dari Semenanjung Iberia.
Tanduk dari domba-domba ini terlihat mirip dengan bentuk churro.
Entah para gembala Spanyol, pelaut Portugis, atau orang-orang China yang berjasa menciptakan churros, satu hal yang pasti bangsa kolonial Eropa yang memperkenalkan churros ke Amerika Latin.
Sejak itu, churros yang kita kenal seperti sekarang telah mengalami banyak perubahan termasuk churros berisi jambu biji di Kuba, churros dengan isi dulce de leche di Meksiko, dan versi churros berisikan keju di Uruguay.
Entah churros dengan bentuk lurus atau spiral, dengan atau tanpa bubuk kayu manis dan gula, dicelupkan ke cokelat atau langsung dimakan dari kantung di pinggir jalan, churros dengan berbagai variasi kreatifnya akan tetap jadi jajanan favorit banyak orang. (*)
*Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejarah Churros, Konon Terinspirasi Cakue di China".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-sajian-churros-dengan-saus-cokelat.jpg)