Anak Kades Kepulauan Meranti Digerebek Warga Karimun, Kerap Berduaan dengan Pasangan Perempuan

Ketika didatangi warga, Ar sedang tidak memakai baju dan bercelana pendek. Sedangkan Se yang diketahui warga Karimun sedang tiduran di dalam rumah.

TribunBatam.id/Elhadif Putra
Dua muda-mudi yang digerebek warga di Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri. Laki-laki berinisial Ar (18) diketahui anak seorang Kepala Desa di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. 

Alhasil, kena gerebek warga. Penggerebekan dilakukan warga RT 01/RW 05 Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 01.00 WIB.

Awalnya warga curiga, karena pencari suaka ini lalu lalang ke rumah seorang tetangganya yang menyandang status janda.

Punya Cara Ampuh Atasi Corona, Desa Tiangau di Anambas Jadi Kampung Tangguh Nusantara

PNS di Bali Nekat Habisi Nyawanya, ditemukan Tergantung di Kamar Mandi Kantor

Dua muda-mudi yang digerebek warga di sebuah perumahan di Karimun, Sabtu (27/6/2020). Keduanya sudah beberapa kali terpantau warga berduaan di dalam rumah, dalam keadaan pintu dan gorden tertutup.
Dua muda-mudi yang digerebek warga di sebuah perumahan di Karimun, Sabtu (27/6/2020). Keduanya sudah beberapa kali terpantau warga berduaan di dalam rumah, dalam keadaan pintu dan gorden tertutup. (TRIBUNBATAM.ID/ELHADIF PUTRA)

Padahal, di tengah pandemi virus Corona pemerintah daerah menganjurkan harus tetap di rumah.

Namun pria ini malah bolak-balik di seputaran permukiman warga, sehingga wargapun geram.

Pasalnya, kedua insan yang sedang dimabuk cinta itu sudah berani tidur satu kamar tanpa adanya ikatan perkawinan yang sah. Wargapun akhirnya sepakat melakukan penggerebekan di rumah janda muda itu.

Diketahui, pencari suaka asal Afghanistan ini tinggal di hotel Bhadra Resort. Iapun nyaris menjadi bulan-bulanan warga karena perbuatan tak patutnya itu.

Saat digerebek warga, pria itu ditemukan tertidur pulas di rumah janda muda tersebut. Hal itu dibenarkan oleh Ketua RT 01/RW 05 Kelurahan Kawal, Rina.

"Ya benar, dini hari warga melakukan penggerebekan terhadap seorang pencari suaka. Saat digerebek pria itu lagi tidur telungkup di dalam kamar R," terangnya, Selasa.

Setelah mendapat informasi itu, Rina langsung menghubungi pihak hotel Bhadra agar pencari suaka itu segera dijemput.

"Sebab dirinya khawatir warganya yang saat itu emosinya tengah memuncak tidak dapat dikontrol dan memukulinya," ungkapnya.

Dengan adanya kejadian itu, Rina sebagai Ketua Rt setempat meminta kepada pihak hotel Bhadra untuk tidak memberikan izin kepada pencari suaka keluar di malam hari.

"Kepada warga, saya imbau untuk tidak mudah menerima orang yang belum dikenal, apalagi orang asing yang tidak memiliki identitas diri," ucapnya.(TribunBatam.id/Elhadif Putra/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved