TRIBUN WIKI
Mengenal Cara Kerja Kemoterapi, Salah Satu Pengobatan Kanker Ganas
Salah satu pengobatan untuk penyakit kanker adalah kemoterapi yakni memasukkan obat-obatan untuk membunuh sel kanker yang ada di dalam tubuh.
TRIBUNBATAM.id - Kanker merupakan salah satu penyebab kematian paling tinggi di dunia.
Penyakit ini umumnya tidak menimbulkan gejala pada awal pertumbuhannya.
Gejala kanker biasanya akan dirasakan setelah penyakit tersebut telah menginjak stadium akhir.
Inilah sebabnya kanker cenderung sulit terdeteksi dan terlambat ditangani.
Akibatnya, angka kematian kanker di dunia menjadi cukup tinggi.
Kemoterapi untuk bunuh sel kanker
Selain dengan operasi, pengobatan penyakit kanker juga bisa dilakukan kemoterapi.
Metode ini dilakukan dengan cara memasukkan obat-obatan untuk membunuh sel kanker yang ada di dalam tubuh.
Untuk mencapai hasil penyembuhan terbaik, kemoterapi umumnya diterapkan dengan sejumlah metode lain seperti radioterapi dan imunoterapi.
Kemoterapi bekerja dengan cara menyebabkan sel-sel kanker menjalani semacam bunuh diri paksa, yang disebut dengan apoptosis.
Efek samping kemoterapi biasanya terjadi karena obat-obatan ini tidak mampu memilah dengan baik mana jaringan kanker dan mana jaringan sehat.
Kemoterapi dipilih berdasarkan profil genetik, sehingga pengobatan ini harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Bagaimana kemoterapi digunakan?
Di Australia, pengobatan beragam kanker didasarkan pada pedoman khusus dalam basis data EviQ yang diterbitkan oleh pemerintah negara bagian New South Wales dan Cancer Institute of NSW.
Mereka memberikan panduan tentang obat apa yang harus digunakan untuk setiap jenis kanker, dosisnya, dan perawatan apa lagi yang harus diberikan.
Terkadang kemoterapi digunakan untuk mengecilkan tumor sebelum operasi atau radioterapi; ini dinamakan kemoterapi neo-ajuvan.
Sedangkan kemoterapi ajuvan adalah kemoterapi yang diberikan setelah operasi atau radioterapi untuk membersihkan sisa sel kanker.
Dosis obat yang diterima pasien biasanya didasarkan pada luas permukaan tubuh mereka, yang merupakan hasil perhitungan tinggi dan berat badan pasien.
Bagaimana cara kerjanya?
Obat kemoterapi dikelompokkan berdasarkan dampaknya terhadap sel kanker.
Misalnya, beberapa obat menyerang DNA sel, tempat kode generiknya disimpan, dan mencegahnya disalin dan direproduksi oleh sel.
Sebaliknya, obat lain menyerang komponen sel yang disebut mikrotubulus, semacam kerangka yang memungkinkan sel untuk mempertahankan bentuk dan bergerak.
Secara umum, semua obat kemoterapi mampu membunuh sel kanker melalui proses yang disebut apoptosis.
Karena kerusakan hebat yang ditimbulkan obat, sel kanker menyadari ia tidak dapat pulih atau berfungsi dengan baik, sehingga ia mati sendiri.
Meski demikian, sel kanker dapat menjadi kebal dan terus bertumbuh karena ia menemukan cara untuk memulihkan, atau menyiasati, kerusakan yang ditimbulkan obat-obatan.
Mengapa efek sampingnya parah?
Sebagian besar pasien yang menjalani kemoterapi akan mengalami efek samping yang cukup parah.
Misalnya mual dan muntah, kelelahan, kesemutan pada lengan dan kaki mereka, kehilangan pendengaran, rambut rontok, fungsi ginjal dan hati yang buruk, dan makin rentan terkena infeksi.
Efek samping ini timbul karena obat-obatan itu tidak mampu menyeleksi kanker dengan baik.
Mereka menyerang bagian tubuh mana saja yang tumbuh dengan cepat.
Itu termasuk folikel rambut, lapisan mulut, lambung dan usus, dan sumsum tulang.
Karena janin juga merupakan sel yang tumbuh cepat, kemoterapi sangat berbahaya bagi perempuan hamil.
Terkadang dokter perlu memberi pasien obat tambahan untuk mengobati efek samping.
Misalnya, darah mengandung sel darah merah dan putih.
Tugas sel darah merah adalah mengantarkan oksigen sedangkan sel darah putih melawan infeksi.
Kemoterapi diketahui menyebabkan banyak penurunan kadar sel darah putih pasien, sehingga mereka perlu diberi antibiotik untuk memastikan mereka tidak terinfeksi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Kemoterapi dan Bagaimana Cara Kerjanya?".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pengobatan-kemoterapi.jpg)