Rabu, 15 April 2026

Pelaku Pariwisata Batam Menjerit, Minta Relaksasi Turis Singapura dan Malaysia Bisa Masuk

Pelaku usaha pariwisata di Batam menjerit, mereka meminta pemerintah memberikan relaksasi masuknya turis asing ke Batam.

ist
Pelaku usaha pariwisata di Batam menjerit, mereka meminta pemerintah memberikan relaksasi masuknya turis asing ke Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pelaku usaha pariwisata di Batam menjerit, mereka meminta pemerintah memberikan relaksasi masuknya turis asing ke Batam.

Permintan relaksasi masuknya wisatawan asing, khususnya dari Singapura dan Malaysia karena posisi Batam yang berdekatan dengan negar jiran itu.

Permintaan itu disampaikan saat pertemuan dengan Wali Kota Batam Muhammad Rudi di Pemko Batam, Jumat (3/7/2020).

 Sebelum Corona mengamuk, wisatawan Singapura dan Malaysia mendominasi tingkat kunjungan pariwisata di Batam.

Namun sejak pandemi Corona, praktis turis asing turun drastis.

Data Badan Pusat Statistik ( BPS ) Batam menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan asing periode Januari-Mei 2020 mencapai 298.503. Jumlah ini turun 61 persen bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Prakiraan Cuaca Kepri Sabtu (04/07), Potensi Hujan Lokal, Waspadai Gelombang Tinggi

Penurunan disebabkan adanya pelarangan sementara masuknya orang asing ke wilayah NKRI terkait Corona.

Sejak pandemi corona, Kemenkumham mengeluarkan peraturan nomor 11 Tahun 2020 tentang pengetatan sementara orang asing masuk wilayah negara Republik Indonesia.

Oleh karena itu, Asosiasi Pariwisata Batam berharap Wako Batam bisa menyampaikan agar Batam mendapatkan relaksasi.

“Kami bersama asosiasi pariwisata bertemu Pak Wali (Muhammad Rudi) meminta adanya relaksasi masuknya wisatawan asing terutama dari Jiran (border) yakni Malaysia dan Singapura," ujar Ketua Penentu Kebijakan Batam Tourism and Promotion Board (BPTB), Rahmat Usman.

Menurutnya masuknya wisman Singapura dan Malaysia sangat diperlukan untuk membangkitkan kembali dunia pariwisata sekaligus memberi efek bagi kelangsungan ekonomi Batam.

Menurutnya Batam secara umum terutama destinasi wisata dan infrastruktur, amenitas sarana akomodasi, restoran, wahana rekreasi, tempat hiburan, sentra spa, pusat perbelanjaan, pelabuhan, bandara telah siap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.

“Pelaku pariwisata patuh terapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Singapura (Dubes), dalam pertemuaan tentang kesiapan di pintu masuk atau pelabuhan, yakni pengecekan pada wisman, dan penanganannya.

“Saya sudah perintahkan Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kota Batam dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam untuk siapkan tim di pintu masuk, orang pelabuhan sudah diundang, apakah siap tidak mempunyai ruangan,” katanya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved