Breaking News:

Senilai Rp 16 Triliun, Polisi di Italia Sukses Menyita 14 Ton Narkoba Buatan ISIS

Dikabarkan polisi di Italia menyitar sebanyak 14 ton narkoba buatan ISIS atau senilai Rp 16 triliun. Disebut sebagai penangkapan terbesar di dunia.

Editor:
Mirror
Ilustrasi ISIS. Polisi Italia menyita narkoba buatan ISIS senilai Rp 16 Triliun. 

TRIBUNBATAM.id, ROMA - Kabar mengejutkan terkait Negara Islam Irak dan Syam ( ISIS) datang dari Italia.

Dikabarkan polisi di Italia menyitar sebanyak 14 ton narkoba buatan ISIS atau senilai Rp 16 triliun.

Hal ini disebut sebut sebagai penangkapan narkoba terbesar di seluruh dunia.

Barang haram itu, berbentuk 84 juta tablet Captagon yang disembunyikan di dalam produk industrial itu bernilai sekitar 1 miliar euro.

Dalam keterangan Kepolisian Naples, obat psikotropika tersebut hendak dijual ke Eropa, dengan dana hasil penjualannya digunakan untuk mendanai terorisme.

"Kami tahu ISIS mendanai kegiatan terorisnya dari penjualan narkoba yang dibuat di Suriah, yang dalam beberapa tahun terakhir jadi produsen amphetamines terbesar dunia," ujar polisi.

Hasil Liga Italia Atalanta vs Napoli, Kiper David Osipina Berdarah Akibat Benturan, Napoli Kalah

Penegak hukum menjelaskan, tiga kontainer mencurigakan awalnya sampai di Salermo, selatan Naples, dan berisi gulungan kertas untuk industri, begitu juga mesinnya.

Setelah gulungan kertas dan dan roda gigi dipotong, aparat menemukan tablet dengan gambar dua setengah lingkaran, simbol dari Captagon.

Video yang dipublikasikan oleh Kepolisian Naples menunjukkan pil itu tumpah, begitu mereka membuka paksa gulungan tersebut.

"Ini merupakan penyitaan terbesar amphetamines yang terjadi di seluruh dunia," jelas penegak hukum seperti dikutip AFP Rabu (1/7/2020).

Obat jihad

Captagon, yang adalah nama sebuah merek, awalnya dibuat untuk keperluan medis.

Tapi versi ilegalnya disebut sebagai " Obat Jihad".

Sebabnya dalam keterangan polisi Italia, obat itu secara luas digunakan oleh anggota ISIS ketika terjun ke medan pertempuran.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved