Rabu, 22 April 2026

VIRUS CORONA DI BATAM

14.244 Warga Batam Jalani Rapid Test, Kadinkes Batam Sebut Tren Covid-19 Cenderung Menurun

Didi Kuismarjadi menyampaikan bahwa trend Covid-19 di Kota Batam terus mengalami penurunan.

|
TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Kadinkes Batam, Didi Kusmarjadi menyebut sebanyak 14.244 warga Batam dirapid test hingga pertengahan Juni 2020. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim gugus tugas Covid-19 Kota Batam sudah merapid test 14.244 orang warga Batam hingga pertengahan Juni 2020.

Dari jumlah itu, sebanyak 550 orang dengan hasil reaktif Covid-19 sehingga tim mengambil langkah dengan memantau orang yang reaktif tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi menyebutkan, tim gugus tugas covid-19 akan terus merapid test terhadap sejumlah
warga yang ditracing melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19.

Kendati demikian, Didi menyampaikan bahwa trend Covid-19 di Batam terus mengalami penurunan.

"Jumlahnya cenderung menurun. Kami mengimbau agar warga Batam tetap memperhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan saat beraktivitas," sebutnya.

Jangan Takut Rapid Test

Masyarakat tidak perlu takut menjalani rapid test Covid-19.

Tes yang dapat diketahui hasilnya dalan waktu sekitar 15 menit ini, tidak langsung menunjukkan bahwa seseorang terpapar virus Corona, melainkan hanya sebagai screening awal.

Hal ini terungkap dalam diskusi bersama seorang Dokter Relawan Tim Bersatu Lawan Covid-19 Provinsi Kepri, Dokter Frianto Ismail.

Ia mengungkapkan, bahwa hasil rapid test hanya memperlihatkan adanya paparan virus di tubuh seseorang, melalui hasil rekatif atau non-reaktif.

Namun, untuk mengetahui jenis virusnya, apakah Covid-19 atau bukan, tetap harus dilakukan Polymerase Chain Reaction (PCR) test atau tes swab.

Masyarakat yang merasakan gejala seperti demam dan batuk berkepanjangan, nyeri sendi, muntah, lemas, diare hingga hilang indera perasa untuk dapat langsung memeriksakan diri melalui rapid test.

"Jika masyarakat mendapatkan ciri-ciri seperti ini, langsung lakukan isolasi mandiri. Makan makanan bergizi, minum air putih yang banyak, konsumsi vitamin, dan olahraga selama 12 hari. Kalau gejala masih ada, setelah itu baru ke rumah sakit untuk melakukan rapid test," jelas seorang dokter relawan lainnya, yaitu Dokter Ary Geusterhy Andry Panjaitan.

Dalam program Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri-Batam yang berfokus pada kegiatan pembagian masker, sosialisasi serta pendampingan psikis bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Untuk dapat mensosialisasikan perihal Covid-19 di tengah masyarakat, Tim BLC Kepri-Batam, yang diketuai oleh Buralimar menyebutkan, saat ini program dilaksanakan dengan kunjungan rutin ke lapangan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved