Kamis, 28 Mei 2026

Selama di Laut, Para Pengungsi Rohingya Hanya Minum Air Ketika Hari Hujan

Mereka sempat berada di pondok-pondok tepi pantai sekitar dua jam, sebelum dievakuasi ke lokasi penampungan sementara, yakni di bekas kantor Imigrasi

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
ist
Ini Kondisi Pengungsi Rohingya 

TRIBUNBATAM.id, ACEH - Penderitaan Pengungsi Rohingya yang sampai ke Aceh sangat menyedihkan.

Sebanyak 99 imigran Rohingya terdampar di perairan Seunuddon, Kecamatan Seunudon, Aceh Utara, Rabu (24/6/2020).

Kapal mereka ditemukan oleh nelayan dengan jarak lebih kurang empat mil dari pesisir pantai dalam kondisi rusak.

Dapat Memperkuat Daya Tahan Tubuh, Ini Sejumlah Manfaat Dari Tanaman Jahe

Wanita Sering Merasakan Nyeri Saat Bersenggama, Ternyata Itu Disebabkan Oleh penurunan Hormon

PLN Warning Pelanggan Kategori Ini, Ancam Meteran Setrum Diputus

Tidak lama kemudian, boat yang sudah dipenuhi imigran Rohingya dibawa ke tepi laut Pantai Lancok Aceh Utara.

Lalu pada Kamis (25/6/2020) sore pukul 16.00 WIB, warga pun sepakat menurunkan Imigran Rohingya tersebut dari kapal ke darat.

Mereka sempat berada di pondok-pondok tepi pantai sekitar dua jam, sebelum dievakuasi ke lokasi penampungan sementara, yakni di bekas kantor Imigrasi Kota Lhokseumawe, kawasan Punteut,Kecamatan Blang Mangat.

Jadi, sampai dengan Minggu (5/7/2020), para pengungsi masih ditampung di bekas kantor imigrasi tersebut.

Dari sekian Rohingya yang ditampung di bekas Kantor Imigrasi, Lhokseumawe, Ziaburrahman bin Syarirullah (34) merupakan salah satu yang bisa berbahasa Melayu.

Tidak Ada Kerusakan Besar di Ledakan Menteng, Polisi Temukan Serpihan Plastik dan Benda Semacam Pipa

Sejarah Suku Laut di Kepri dan Cara Mereka Bertahan Hidup di Laut Sepanjang Hidupnya

Sehingga saat Serambinews.com mewawancarainya, awalnya dia menceritakan kalau mereka sudah keluar dari negaranya, Myanmar, sejak tahun 2018.

Mereka sempat tinggal di penampungan di Negara Bangladesh, beberapa tahun.

Lalu sekitar 4,5 bulan lalu, mereka kembali keluar dari negara Bangladesh melalui jalur laut.

Rencananya hendak ke Malaysia. Harapan mereka bisa mendapatkan kehidupan lebih layak kalau bisa masuk ke negeri Jiran tersebut.

Dua bulan pertama selama berada di laut, mereka memiliki logistik yang cukup untuk dimakan.

Namun setelah itu, tersisa hanya beras. "Jadi kami hanya makan beras saja sejak kehabisan bahan makanan lain," katanya.

Begitu juga untuk minum, kala itu mereka hanya bisa berharap bila ada hujan. Saat hujan mereka pasti akan menampung air untuk distok.

"Kami hanya mengharapkan hujan untuk bisa minum," kata sambil sedikit menunduk.

Hingga akhirnya mereka pun diselamatkan nelayan Aceh. Mereka pun kini ditampung di bekas Kantor Imigrasi Lhokseumawe, sambil menunggu penanganan lanjutan dari lembaga dunia yang menangani bagian pengungsian

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Derita Pengungsi Rohingya Saat Arungi Lautan, Hanya Bisa Minum Saat Turun Hujan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved