PRAKIRAAN CUACA KARIMUN HARI INI
Berikut Prakiraan Cuaca Karimun Hari Ini Senin (6/7) Menurut BMKG
Tinggi gelombang laut diperkirakan diantara 0,3 sampai 0,8 meter, dengan arah menuju barat laut dan kecepatan diperkirakan 4 hingga 45 Cm per detik.
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Cuaca berawan dan hujan lokal diprediksi akan terjadi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri, Senin (6/7/2020).
Data dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG ) menyebutkan, kondisi cuaca Kabupaten Karimun dan sekitarnya pada pagi hari diprakirakan berawan.
Sementara siang hari diprakirakan berawan dan hujan lokal. Untuk malam dan dini hari diprakirakan berawan.
Kondisi cuaca ini diperkirakan merata di seluruh kecamatan yang ada.
Pada pukul 07.00 WIB berawan, 10.00 WIB hujan lokal, 16.00 WIB sampai Rabu (8/7/2020) 04.00 WIB berawan dan pukul 07.00 WIB hujan lokal.
"Prakiraan ini berlaku mulai Selasa pukul 07.00 WIB hingga Rabu pukul 07.00 WIB," kata Kepala Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah Kabupaten Karimun, Raden Eko Sarjono kepada TribunBatam.id.
Adapun untuk arah angin dari tenggara dengan kecepatan antara 5 hingga 30 kilometer per jam.
Sementara suhu udara diprediksi antara 24 sampai 33 derajat Celcius.
Sedangkan perkiraan kelembaban udara sekitar 60 hingga 95 persen.
Tinggi gelombang laut diperkirakan diantara 0,3 sampai 0,8 meter, dengan arah menuju barat laut dan kecepatan diperkirakan 4 hingga 45 centimeter per detik.
Pantauan TribunBatam.id di Pulau Karimun Besar pada Senin siang cerah berawan.
Kena Cuaca Buruk, Dua Nelayan Karimun Terbawa Arus Hingga Malaysia
Cuaca buruk kembali menyebabkan insiden di laut.
Dua nelayan asal Durai, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri dikabarkan hanyut ke perairan Malaysia.
Peristiwa yang menimpa Azam Akbar (20) dan Sahlan (20) itu terjadi, Jumat (3/4/2020) dini hari.
Dari informasi yang diperoleh, keduanya berangkat melaut menggunakan boat pancung jaring tangsi bermesin 30 PK, Kamis (2/4/2020) malam.
• Waspada Pandemi Baru, DKPP Bintan Cek Kesehatan Ternak Babi di Empat Kecamatan
• Implementasi Tatanan New Normal BP Batam di 51 Perusahaan Batam
Namun di tengah laut, cuaca buruk menghanyutkan mereka. Boat pancung yang mereka gunakan pecah di bagian depan, tutup mesin tercabut dan bahan bakarnya juga habis.
Mereka kemudian terbawa arus hingga terdampar di sebuah pulau di negara Malaysia.
"Mereka berangkat dari Durai, Kamis sekira pukul 23.00 WIB. Seharusnya mereka pulang pada Jumat pagi pukul 10.00 WIB. Tapi mereka tak kunjung pulang," kata Koordinator Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Karimun, Dedi Risdianto, Selasa (7/4/2020).
Dedi menyebutkan, pihak sempat berkomunikasi dengan kedua nelayan. Namun komunikasi hanya berlangsung sebentar saja.
"Jumat sore dapat dihubungi. Mereka bilang kapal pecah karena badai," sebut Dedi.
Kepada keluarganya, kedua nelayan mengatakan dapat menyelamatkan diri dengan berteduh di pulai sekitaran Tanjung Piai, Malaysia.
Petugas gabungan kemudian melakukan upaya pencarian dan berkoordinasi dengan maritim Malaysia untuk membantu pencarian kedua korban tersebut.
"BNPB Tanjungpinang sudah melakukan koordinasi bersama Maritim Malaysia untuk melakukan pencarian," ujar Dedi.
Delapan Pemancing Kepri Ditangkap Otoritas Malaysia
Delapan orang asal Provinsi Kepri yang ditangkap oleh pihak keamanan Malaysia awalnya menangkap ikan di perairan perbatasan negara.
Berdasarkan surat pemberitahuan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelayanan Usaha Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Karimun di Kecamatan Moro kepada Kepala DKP Karimun tanggal 11 Maret 2020, disampaikan kronologis delapan pemancing tersebut hingga berurusan dengan otoritas keamanan Malaysia.
Dalam surat itu bernomor: 523/DISKAN.06.04/III/006/2020, itu disampaikan nelayan tradisional asal Pulau Bahan, Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri pergi menangkap ikan menggunakan 4 armada pompong bermesin tempel 15 PK.
Masing-masing pompong menganggkut 2 orang nelayan. Delapan nelayan tradisional itu menangkap ikan di sekitar perairan Batu Putih Berakit/Lagoi, Kabupaten Bintan, Selasa (10/3/2020) sekira pukul 10.00 WIB.
Tanpa sadar, pompong mereka terbawa arus masuk ke perairan Malaysia sehingga mereka dianggap melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Malaysia.
Aparat Marine Malaysia mendekati 4 pompong nelayan tradisional itu.
Mereka menahan serta membawa beserta pompong mereka ke Malaysia sekira pukul 11.00 WIB untuk diproses.
Otoritas keamanan Malaysia dikabarkan menangkap delapan pemancing asal Provinsi Kepri.
Tujuh di antara pemancing tersebut diketahui merupakan warga Desa Keban, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepri.
Sedangkan satu lainnya adalah warga Setokok, Kota Batam.
Mereka ditangkap oleh pihak keamanan perairan negara jiran itu, Selasa (10/3/2020) pagi.
Dari informasi yang diperoleh, mereka ditangkap karena masuk ke perairan Negara Malaysia.
Mereka diduga masuk ke perairan Malaysia tanpa ada unsur kesengajaan.
Arus laut diduga menyeret kapal yang mereka gunakan untuk melaut.
"Arus membawa boat nelayan tersebut masuk ke perairan perbatasan Malaysia, sehingga mereka dianggap telah menangkap ikan di perairan Malaysia," kata Kepala UPT Pelayanan Usaha Perikanan Kecamatan Moro, Jack Sebastianus Sihotang, Kamis (19/3/2020).(TribunBatam.id/Elhadif Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/prakiraan-cuaca-karimun-dari-kepala-bmkg.jpg)