Minggu, 26 April 2026

Klaim Bermula dari Eropa, Pakar di China Minta Spanyol Selidiki Asal Usul Covid-19

Kasus Covid-19 untuk pertama kali dilaporkan oleh Wuhan di China. Namun seorang pakar di China mengklaim bahwa wabah Covid-19 ini bermula di Eropa.

Xinhua/Wang Yuguo
Petugas medis menggunakan obat tradisional tiongkok, seperti akupuntur untuk menangani pasien Covid-19 di Wuhan, Provinsi Hubei, China, pada 21 April 2020. China minta Spanyol juga diselidiki soal asal usul Covid-19. 

Tetapi pakar independen meragukan penelitian tersebut karena dianggap cacat, salah satunya adalah Profesor Francois Balloux.

"Penjelasan yang paling masuk akal adalah (sampel) itu tercampur atau tekontaminasi," jelas Direktur Institut Genetik UCL di London.

WHO, badan kesehatan di bawah PBB, rencananya akan memberangkatkan tim terdiri dari pakar epidemiologi dan kesehatan hewan ke China.

China Uji Ribuan Sampel Makanan Terhadap Covid-19, Semua Tunjukkan Hasil Negatif

China kembali melaporkan penemuan klaster virus Corona atau Covid-19 usai longgarkan lockdown.

Kluster tersebut ditemukan di pasar makanan segar di Beijing.

Hal ini membuat ribuan sampel makanan laut impor, domestik, daging, dan sayuran di China telah diuji terhadap virus Corona.

Hasil penelitian sejauh ini menunjukkan bahwa semuanya negatif.

Hal ini sesuai dengan konsensus organisasi kesehatan dan pangan internasional bahwa tidak ada bukti virus Corona jenis baru menyebar melalui bahan makanan atau kemasan.

Namun, itu tidak menghentikan China memperketat kontrol pada impor di tengah kekhawatiran wabah yang mungkin terkait dengan makanan dari luar negeri.

Pembatasan termasuk pelarangan produk dari pabrik daging asing tertentu dan meminta eksportir untuk mengonfirmasi keselamatan pengiriman mereka.

Langkah itu telah menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat, yang memiliki kesepakatan perdagangan dengan China dalam melibatkan volume besar ekspor makanan.

"Tidak ada bukti bahwa orang dapat tertular Covid-19 dari makanan atau dari kemasan makanan," kata Sekretaris Pertanian AS Sonny Perdue dan komisioner Administrasi Makanan dan Obat-obatan Stephen Hahn seperti dilansir dari South China Morning Post, (26/6/2020).

"Sistem keamanan pangan AS, yang diawasi oleh agen kami, adalah pemimpin global dalam memastikan keamanan produk makanan kami, termasuk produk untuk ekspor," lanjut dia.

Mencari sumber penularan

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved