Breaking News:

Kapolres Kaur Janjikan Uang Rp10 Juta bagi yang Tunjukkan Persembunyian Tersangka Pemerkosaan

Kapolres Kaur AKBP Puji Prayetno menjanjikan hadiah Rp 10 juta untuk siapa saja yang bisa menunjukkan lokasi persembunyian tersangka.

Dok. Polsek Kaur Bengkulu
DPO Polres Kaur Bengkulu untuk kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang sudah 3 bulan jadi buron, atas nama Erawan (20) 

TRIBUNBATAM.id, BENGKULU - Terduga pelaku pemerkosaan anak di bawah umur, Erawan (20) masih belum tertangkap.

Keberadaannya pun masih menjadi misteri.

Kapolres Kaur AKBP Puji Prayetno menjanjikan hadiah Rp 10 juta untuk siapa saja yang bisa menunjukkan lokasi persembunyian tersangka.

Hal itu untuk bisa mengungkap keberadaan tersangka yang masuk DPO  ini.

"Kami sudah melakukan upaya penangkapan terhadap pelaku secara maksimal, dan tidak pernah berhenti anggota untuk mengusahakan penangkapan tersangka Erwan, tapi kita sangat membutuhkan informasi, khususnya dari pihak keluarga korban membantu memberikan informasi yang pasti agar anggota kita segera menangkapnya," ujar Puji.

JADI Lokasi Percobaan Pemerkosaan, Begini Kondisi Ruang Olahraga SMAN 1 Batam, Lihat Foto-fotonya

Orangtua Sebut, HH Pelaku Percobaan Pemerkosaan di SMAN 1 Batam Alami Gangguan Psikologis

TAKUT Dibunuh, Begini Cara Korban Berhasil Lolos dari Percobaan Pemerkosaan di SMAN 1 Batam

"Warga tinggal menunjukkan lokasi persembunyian pelaku selebihnya polisi menangkapnya," kata Puji.

Seperti diketahui, menurut Puji, imbalan itu sebagai salah satu bukti keseriusan polisi memburu pelaku.

"Siapa yang memberikan informasi keberadaan tersangka DPO Erawan dan segera melaporkan kepada kami, akan mendapat imbalan berupa uang Rp 10 juta," ucap Kapolres Kaur, Polda Bengkulu, AKBP Puji Prayetno, saat dikonfirmasi via telepon, Kamis (8/7/2020).

Namun, saat ini polisi membutuhkan informasi baik dari keluarga korban maupun masyarakat. (Kontributor Bengkulu, Firmansyah)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Buru DPO Pemerkosa Anak, Polisi Janjikan Imbalan Rp 10 Juta, Ini Alasannya"

Editor: Anne Maria
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved