Erdogan Ubah Museum Hagia Sophia di Turki Menjadi Masjid, UNESCO Langsung Protes
Erdogan menyatakan bahwa ke depan, bangunan masjid ini terbuka bagi siapa saja, lokal ataupun asing, dan semua agama.
TRIBUNBATAM.id - Museum Hagia Sophia yang dikenal sebagai peninggalan bersejarah di Turki berubah status menjadi masjid, tempat ibadah umat Muslim.
Hal ini diumumkan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, Jumat (10/7), satu jam setelah ada putusan pengadilan tinggi yang menyebut bahwa perubahan bangunan menjadi museum adalah legal.
"Keputusan ini diambil dan akan dikelola oleh pihak Masjid Ayasofya" kata Erdogan dalam pengumuman. "Direktorat Urusan Agama akan membukanya untuk ibadah," tambahnya.
Erdogan menyatakan bahwa ke depan, bangunan masjid ini terbuka bagi siapa saja, lokal ataupun asing, dan semua agama.
"Berdasarkan putusan pengadilan dan dengan langkah-langkah yang kami ambil sejalan dengan keputusan itu, setelah 86 tahun, Hagia Sophia menjadi masjid lagi, seperti yang diinginkan Fatih, penakluk Istanbul," kata Erdogan dalam pidato nasional .
"Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka untuk semua, penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim," kata Erdogan.
Erdogan membagikan pengumumannya ini melalui akun media sosial Twitter. Pengadilan Tinggi Turki resmi mencabut status Hagia Sophia sebagai museum.
Otoritas ini membatalkan keputusan kabinet tahun 1934 yang mendefinisikan bangunan abad ke-6 tersebut sebagai museum.
Pengadilan tinggi Turki memutuskan mengubah status museum Hagia Sophia menjadi Masjid.
"Telah diputuskan bahwa akta penyelesaian menetapkannya sebagai masjid dan penggunaan di luar dari ini tidak sesuai hukum," kata pengadilan administratif Turki.
Hagia Sophia, sebuah situs warisan dunia yang ditetapkan UNESCO ini merupakan peninggalan sejarah Kekaisaran Bizantium Kristen dan Kekaisaran Ottoman Muslim. Monumen bersejarah ini berusia hampir 1500 tahun lamanya.
Situs budaya ini menjadi satu di antara monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.
UNESCO protes
Badan Pendidikan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyesalkan keputusan Presiden Turki Recep Tayip Erdogan menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid, tanpa ada dialog sebelumnya.
Hagia Sophia merupakan salah satu situs bersejarah di Istanbul dan merupakan bekas katedral ortodoks dengan arsitektur Bizantium tersebut.
"Keputusan (Turki) ini memunculkan masalah yakni dampak perubahan status pada nilai universal sebuah properti," kata UNESCO melalui pernyataan pada Jumat (10/7).
UNESCO memperingatkan penetapan Hagia Sophia sebagai masjid berisiko merusak sifat universal bangunan tersebut sebagai tempat terbuka bagi semua peradaban, salah satu aspek inti dari sebuah situs warisan dunia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hagia.jpg)