Rabu, 29 April 2026

PERAMPOKAN DI MITRA RAYA

Kepala Dipukul Pakai Linggis, Candy Masih Trauma Jadi Korban Perampokan di Batam, Ini Ceritanya

Saat ditemui di toko miliknya, wajah Candy tampak menyisakan trauma mendalam akibat kejadian perampokan. Apalagi jika bertemu orang tak dikenal.

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ICHWAN NUR FADILLAH
Korban, Candy Mudyta (28) memakai masker putih dan bertopi. Wajah Candy tampak menyisakan trauma mendalam akibat kejadian perampokan yang dialaminya. Apalagi jika bertemu orang tak dikenal. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Perampokan sadis di Perumahan Mitra Raya Blok D Nomor 22, Kota Batam, Selasa (7/7/2020) lalu, masih membekas di benak korban bernama Candy Mudyta (28).

Saat ditemui di toko miliknya, Best Mart Sei Panas Batam, wajah Candy tampak menyisakan trauma mendalam akibat kejadian itu. Apalagi jika bertemu orang tak dikenal.

“Lukanya di kepala atas. Tapi sekarang sudah baik,” ujar Candy kepada Tribun Batam sambil memegang kepalanya, Senin (13/7/2020).

Memang, akibat peristiwa tragis itu, Candy harus mendapat luka cukup serius di bagian kepalanya. Sebanyak 35 jahitan dari rumah sakit pun harus diterimanya untuk menutup luka tadi.

Candy mengakui, setelah kejadian itu, hari ini, Senin adalah hari pertamanya mulai beraktivitas lagi di toko.

Tinjau PPDB di SMAN 1 Batam, Isdianto Minta Orang Tua Tak Cemas & Sekolah Tambah Ruang Kelas

Jawaban Isdianto Gagal Berpasangan dengan Marlin, Merapat ke PKS Nama Suryani Muncul?

Dia bercerita, jika tetangganya tak datang untuk menolong saat kejadian berlangsung, mungkin kondisinya tak seperti saat ini.

“Untung ada Toni (tetangganya). Saat saya teriak minta tolong, dia langsung respon. Kadang ada orang yang takut untuk bantu, tapi dia tidak,” tambah Candy.

Diakuinya, saat kejadian, suasana perumahan memang sangat sepi. Saat itu, waktu menunjukkan pukul 22.45 WIB.

Walau sempat melawan aksi brutal dua perampok sadis tepat di depan rumahnya, namun Candy memang tak dapat berbuat banyak.

Apalagi setelah pelaku memukulnya dengan linggis berukuran kurang lebih 30 sentimeter.

“Saya hanya spontan saat mereka menyerang,” tambah Candy.

Akibat kejadian itu, Candy pun mulai membatasi jam operasional tokonya seperti tutup lebih awal dari waktu biasanya.

Selain itu, dia juga membantah jika pelaku disebut sebagai mantan karyawan tokonya.

“Ada yang bilang pelaku karyawan sini, itu tidak benar. Hal itu juga membuat karyawan lain tak nyaman dibuatnya,” pungkas Candy.

Pantauan Tribun Batam di tokonya, tampak aktivitas mulai berjalan normal seperti biasa.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved