Kamis, 16 April 2026

BINTAN TERKINI

Musim Penghujan, Warga Bintan Timur Waspada Banjir, Minta Dinas Terkait Turun Tangan

Ayub menuturkan, kasus banjir di sepanjang jalan dari arah RSUD Bintan hingga ke arah Tokojo atau tepatnya di Tugu Tanjak memang sering terjadi.

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ALFANDI
Suasana saat pengendara melintas di jalan tanah kuning dari arah RSUD Bintan menuju Tugu Adipura Tanjak Kijang Kota kembali banjir. Warga mengeluh belum ada penanganan dari dinas terkait 

TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Sejumlah warga Bintan khususnya di Kecamatan Bintan Timur, khawatir dengan masuknya musim penghujan di Kepri.

Kekawatiran ini karena kasus banjir yang sering terjadi di sepanjang jalan tanah kuning, dari RSUD Bintan menuju Tugu Adipura Tanjak di Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur.

Pasalnya, setiap turun hujan jalan ini pasti akan banjir. Apalagi jika hujan turun deras seharian, jalanpun susah untuk dilewati warga, khususnya pengendara sepeda motor.

Seorang warga Kijang Kota, Ayub menuturkan, kasus banjir di sepanjang jalan dari arah RSUD Bintan hingga ke arah Tokojo atau tepatnya di Tugu Tanjak memang sering terjadi.

Bahkan sudah hal biasa dialami warga jika musim penghujan. Meski demikian, bukan berarti warga nyaman dengan situasi banjir tersebut.

Kawanan Pencuri Bikin Warga Satu Kota Pusing Tak Bisa Internetan, Nekat Curi Perangkat BTS Provider

2 Pedagangnya Positif Corona, Pengawas Pasar Fanindo Batam Minta Warga Tak Khawatir Belanja

"Setiap turun hujan, kami khawatir jalan itu akan kembali banjir dan menyusahkan kita untuk melintas di sana," keluhnya, Selasa (14/7/2020).

Menurut Ayub, langkah penanganan dari dinas terkait dan pihak kecamatan belum ada.

"Saya lihat belum ada, soalnya banjirnya tak selesai-selesai. Buktinya kemarin banjir lagi," terangnya.

Hal yang sama disampaikan warga lainnya Niko. Ia bilang kasus banjir di lokasi itu sudah lama terjadi.

Persisnya sejak taman di atas trotoar di pinggir jalan tersebut dibangun Pemerintah Daerah.

"Sebelum dibangun taman, saya rasa lancar-lancar saja dan tidak pernah banjir. Setelah dibangun malah sering banjir. Jadi bangunan itu saya rasa tidak guna juga," terangnya.

Pasalnya drainase di tengah taman tersebut tergolong kecil.

"Bisa abang lihat sendiri di sana drainasenya bagaimana, sangat kecil. Apalagi gorong-gorong yang menghubungkan parit sebelahnya ke parit arah taman dan rawa di sebelahnya hanya sejengkal jari saja. Mau bagaimana air mengalir,"ungkapnya.

Iapun berharap dinas terkait dan pihak Kecamatan Bintan Timur segera mengambil langkah untuk menangani kasus banjir di lokasi tersebut.

Sebab jika banjir, banyak pengendara sepeda motor yang kesusahan melintas. Bahkan ada yang mogok di tengah jalan.

"Jadi kami sebagai warga di sini khawatir setiap turun hujan. Pasti akan banjir," tutupnya.

(tribunbatam.id/Alfandi Simamora)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved