Breaking News:

BATAM TERKINI

Disbudpar Data Ulang Cagar Budaya di Batam, Sumur Tua hingga Makam Keramat Puding

Pendataan ulang cagar budaya di Batam penting dilakukan agar Pemerintah dapat memiliki data yang lengkap tentang situs-situs bersejarah di wilayahnya.

TRIBUNBATAM.id/Dewi Hariati
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, pendataan cagar budaya di Batam penting untuk dilakukan, agar Pemerintah dapat memiliki data yang lengkap tentang situs-situs bersejarah di wilayahnya. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Cagar budaya yang tersebar di Kota Batam didata ulang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam.

Nantinya, cagar budaya ini akan didaftarkan dalam Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman.

Ada sebanyak 21 cagar budaya yang telah didata oleh Disbudpar Batam.

Menurut Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Batam, Muhammad Zen, beberapa cagar budaya tersebut ada yang tersebar di Kecamatan Bulang, tepatnya Pulau Buluh.

Di Pulau Buluh sendiri ada tiga cagar budaya, yaitu sumur atau perigi tua sedalam 7 meter.

Sumur ini berdiameter 1,6 meter, dengan susunan batu bata bertuliskan 'Batam Brick works', yakni pabrik batu bata pertama di Batam yang didirikan oleh Raja Ali Kelana bersama pengusaha Singapura, Ong Sam Leong, pada 1898 silam.

GRATIS Ongkir hingga Diskon 50 Persen, Simak Yuk Promo Pizza Hut Batam hingga 26 Juli

Selain itu, ada juga masjid tua bernama Masjid Tua Jami' Nurul Iman yang diperkirakan berdiri sejak tahun 1872.

Di samping itu ada pula makam keramat Puding yang terletak di halaman masjid.

Memang tidak terdapat tulisan apapun di nisan makam, sehingga tidak diketahui siapa penghuni makam tersebut.

Namun dari cerita warga setempat, makam tersebut milik putri salah satu Kerajaan Bintan yang jatuh sakit saat melewati Pulau Buluh.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved