Senin, 27 April 2026

IDUL ADHA 2020

Pastikan Aman Dikonsumsi, DKPP Batam Cek Stok dan Kondisi Kesehatan Hewan Kurban

Tim Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam rencananya akan turun memeriksa kesehatan hewan ternak dalam tiga hari

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tim DKPP Batam mengecek suhu tubuh hewan ternak di kawasan Sei Temiang, Kamis (16/7/2020). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan hewan kurban itu aman sebelum dikonsumsi 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Batam mengecek stok dan kondisi hewan ternak yang akan dijual kepada masyarakat untuk keperluan kurban Iduladha 1441 Hijriah.

Pengecekan tersebut, menurut Kepala DKPP Kota Batam, Mardanis, bertujuan memastikan kondisi kesehatan hewan ternak aman dikonsumsi masyarakat Batam nantinya.

"Kita rencanakan pemeriksaan dalam tiga hari. Hari pertama ini khusus untuk pedagang yang ada di kawasan Sei Temiang. Besok dan lusa untuk pedagang wilayah lain se-Kota Batam," jelas Mardanis, pada Kamis (16/7/2020).

Hari ini, Tim DKPP yang turun melakukan pengecekan berjumlah 8 personel. Terbagi dalam dua tim yang dipimpin Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP, Sri Yusnelli.

Berdasarkan data awal dari Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam, jumlah pedagang hewan kurban di Sei Temiang ada 35 pedagang.

Komitmen Tingkatkan Investasi, Pemko Batam Teken PKS Terkait Integrasi IBOOS dan OSS

Batam Menuju Zona Hijau Covid-19, Tinggal Lima Kecamatan Zona Kuning

"Untuk jumlah hewan yang sudah masuk, di hari ketiga nanti baru kita tahu pasti. Karena pengecekan ini juga sekaligus pendataan," ujar Sri Yusnelli.

Sementara itu, pada Iduladha tahun lalu, kebutuhan sapi kurban di Batam mencapai 3.500 ekor, dan kambing 14.500 ekor. Diperkirakan, di tahun ini, kebutuhan hewan kurban tidak jauh berbeda dibandingkan tahun lalu.

"Hewan kurban kita ini datang dari beberapa daerah, seperti Lampung, Jawa, dan sebagian dari Sumatera Barat. Tapi paling banyak dari Lampung," ujar wanita yang akrab disapa Nelli.

Hasil pantauan awal, kondisi hewan kurban pada tahun ini tergolong dalam kondisi yang lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini, menurut Nelli, disebabkan karena sudah dibukanya jalur RORO dan Kuala Tungkal ke Batam.

Sebab, selama ini, hewan ternak dibawa menggunakan kapal dengan diangkut berpindah-pindah, sehingga hewan berpotensi mengalami stres dan kondisi kesehatan yang buruk.

"Tahun ini bagus-bagus sapinya, sehat-sehat. Karena langsung dibawa pakai truk, truknya naik RORO sampai ke sini, jadi sapi tidak diturunkan dan dipindah-pindah," tambah Nelli.

Pengecekan kondisi fisik hewan ternak dilakukan oleh dokter hewan yang ada di DKPP, Samuel Tampubolon. Samuel menjelaskan, pemeriksaan meliputi pengecekan mukosa mata bening, mukosa hidung lembab atau basah, mukosa mulit dan lidah, testis simetris, posisi badan tegap, anus bersih, turgor kulit elastis, kuku normal, serta pengecekan suhu tubuh hewan.

"Pada keseluruhan sapi dan kambing dalam kondisi sehat semua dan layak potong. Hanya ditemukan beberapa yang sakit mata. Nanti diharapkan sampai tanggal 31 Juli (Hari Raya Iduladha) sudah sehat semua," kata Samuel menambahkan.

Layanan Antar Gratis Hewan Kurban

Penjual hewan kurban seperti sapi dan kambing mulai bermunculan di beberapa wilayah di Batam. Itu mengingat sebentar lagi akan Hari Raya Iduladha 2020, tepatnya pada 31 Juli 2020.

Salah satu tempat penjualan hewan kurban berada di Jalan Yos Sudarso, Simpang Batuampar. Di sana terdapat 15 ekor sapi dan 100 ekor kambing yang dijual.

Berdasarkan pantauan TribunBatam.id, hewan-hewan tersebut milik Surya, seorang warga Melcem, Batuampar.

Menurut saudaranya, Sugino (55), hewan ternak tersebut mulai dijual sejak Minggu (12/7/2020) lalu dan langsung didatangkan dari Lampung menggunakan kapal roro melalui Pelabuhan Punggur.

"Berangkat dari Lampung Rabu, kemudian sampai di Kualatungkal Jumat. Kemudian sampai di Batam pada Minggu pagi," ujar Sugino kepada TribunBatam.id, Selasa (14/7/2020).

 Siap-siap Besok Film Peninsula Bakal Tayang Besok di Korea Selatan, Indonesia Kapan Yaa?

 Antisipasi Kampanye Hitam Jelang Pilwako Batam, Kapolresta Barelang: Jangan Sebar Hoaks

Terdapat beberapa jenis sapi dan kambing yang dijual di tempat ini. Untuk sapi seperti PO, Metal, dan Bali. Ketiga jenis sapi tersebut dijual dengan harga yang mulai Rp 19 juta hingga Rp 30 jutaan.

Sementara, untuk berat sapi yang dijualpun sangat beragam dimulai dari 300 kilogram hingga 600 kilogram.

"Untuk sapi yang harganya lebih tinggi yaitu jenis sapi PO karena secara ukuran lebih besar dibanding dua jenis lainnya. Sedangkan untuk harga yang lebih miring yaitu jenis Bali," ucapnya.

Tak hanya sapi, kambing yang dijual di tempat ini juga memiliki beberapa jenis. Yaitu Ettawa, Rambon, dan Kaca.

"Untuk jenis kambing yang harganya relatif lebih tinggi jenis Ettawa. Jenis ini memiliki ukuran yang lebih besar sekaligus lebih tinggi dibanding jenis lainnya.

Sedangkan untuk jenis yang harganya lebih rendah dibandingkan jenis lainnya yaitu kambing Kaca," jelas Sugino.

Di tempat ini, seekor kambing dibanderol mulai Rp 2,4 juta hingga Rp 6 juta. Beratnya mulai 20 kilogram sampai dengan 70 kilogram.

Untuk pakan yang diberikan, Sugino mengaku bisa menghabiskan biaya ratusan ribu Rupiah per harinya.

"Selain rumput. Kita juga beri makanan yang lain seperti kulit pisang, ampas tahu dan tempe serta air minum yang dicampur dengan garam," ujarnya.

Lebih lanjut, Sugino mengaku pandemi Covid-19 tidak memberikan dampak negatif terhadap penjualan hewan kurban di tempatnya.

"Alhamdulillah masih seperti tahun-tahun lalu," ucapnya.

Untuk menarik animo masyarakat membeli hewan kurban di tempatnya, Sugino mengaku memberikan layanan antar gratis di setiap pembelian hewan kurban.

"Kalau memang beli di sini, kita antar secara gratis ke seluruh wilayah di Batam," kata Sugino.

Dalam sehari, Sugino tidak dapat menentukan secara pasti berapa ekor hewan kurban yang terjual. Tiga hari dia berjualan di tempat ini, Sugino telah menjual lebih dari 10 ekor hewan kurban.

Masih Pikir-pikir

Animo masyarakat untuk berkurban pada Iduladha 1441 Hijriah atau 2020 Masehi menurun dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya ekonomi masyarakat juga terdampak Covid-19.

Warga Perumahan Taman Pesona Indah, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Roni misalnya. Ia mengatakan, dia belum bisa memastikan apakah akan berkurban tahun ini di masjid dekat rumahnya. Dia masih pikir-pikir bisa ikut berkurban atau tidak.

"Setiap tahun biasanya saya selalu ikut berkurban di masjid. Tahun ini rencana mau ikut namun belum daftar," kata Roni, Sabtu (11/7/2020).

Dia mengatakan pandemi virus Corona sangat berdampak terhadap ekonomi keluarganya.

"Kalau saya dengan istri sudah niat setiap tahun ikut berkurban. Hanya saja tahun ini kita sedikit berat melangkah untuk mendaftar,"kata Roni.

Dia bilang, hingga saat ini di masjid dekat tempatnya tinggal baru 11 orang yang sudah mendaftar untuk berkurban.

"Memang setiap tahun kita selalu daftar terakhir. Jadi ini yang membuat kita lemas," kata Roni.

Pengalaman di komplek tempat tinggalnya, biasanya satu bulan sebelum hari H, mereka yang akan berkurban sudah bisa membeli empat ekor sapi.

"Tapi tahun ini, sudah tinggal tiga minggu yang daftar baru 11 orang," kata Roni.

Dia mengatakan untuk satu ekor sapi dibutuhkan tujuh orang.

"Biasanya setiap tahun itu paling sedikit kita potong empat ekor sapi. Sementara sampai sekarang, baru satu ekor sapi.

Ya kita lihatlah nanti mudah-mudahan bisa tiga ekor sapi,"kata Roni.

Harga Mulai Rp 2,3 Juta

Jelang perayaan Iduladha 1441 Hijriah, peternakan hewan di Sei Temiang Batam menyediakan hewan kurban sesuai dengan kemampuan masyarakat. Harga hewan kurban ditawarkan mulai dari Rp 2,3 juta sampai dengan Rp 135 juta.

Hal ini disampaikan seorang pemilik kandang hewan kurban di Sei Temiang, Chandra.

"Kalau mengenai harga hewan kurban, kita sediakan sesuai dengan kemampuan masyarakat," kata Chandra, Sabtu (11/7/2020).

Candra memahami di tengah pandemi virus Corona ini, ekonomi masyarakat menjadi lesu dan terpukul.

"Jadi kita sudah melihat hal tersebut, oleh sebab itu kita menyediakan hewan kurban berbagai ukuran, agar bisa dibeli masyarakat sesuai dengan kemampuan," ujarnya.

Di kandangnya saat ini ada sebanyak 400 ekor kambing yang bisa dipilih oleh masyarakat.

"Untuk harga satu ekor kambing bervariasi mulai dari Rp 2,3 juta sampai dengan Rp 9 juta. Kambing yang ada di kandang, kita datangkan dari Lampung,"kata Chandra.

Dia melanjutkan, dari 400 ekor kambing itu 150 ekor diantaranya sudah terjual.

Sementara untuk sapi, saat ini ada sebanyak 215 ekor di kandang dan sudah terjual sebanyak 80 ekor.

"Jadi harganya bervariasi mulai dari Rp 18 juta sampai dengan Rp 135 juta. Kita sediakan hewan kurban dengan ukuran bervariasi agar tidak membebani pembeli," ujarnya.

Untuk sapi yang ada di kandang, didatangkannya dari Bali.

"Jadi sapi kita datangkan dari Bali, dan sudah melewati beberapa pemeriksaan sesuai dengan standar kesehatan hewan," kata Chandra.

Kambing dan sapi itu juga sudah memiliki surat bebas penyakit menular dari Dinas Kesehatan.

"Ini salah satu syarat yang harus dimiliki," ujarnya.

Beri Promo

Di tengah pandemi virus Corona, peternakan sapi dan kambing di Sei Temiang Batam memberikan promo spesial bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban pada Iduladha 1441 Hijriah.

Tidak tanggung-tanggung, promo yang diberikan yakni beli tiga ekor sapi gratis satu ekor kambing. Selain itu beli tiga ekor kambing dapat gratis 30 kilogram beras merek Maknyus.

Promo tersebut diberikan Chandra, pemilik kandang sapi dan kambing yang ada di peternakan Sei Temiang Batam, Provinsi Kepri.

Chandra mengatakan, promo tersebut berlaku sampai H-3 Hari Raya Iduladha yang jatuh pada 31 Juli 2020.

"Jadi warga yang ingin membeli hewan kurban, kita siap layani," kata Chandra, baru-baru ini.

Tak ada persyaratan khusus untuk mendapatkan promo ini di tempat Chandra.

"Yang jelas beli tiga ekor sapi dapat satu ekor kambing. Begitu juga pembelian tiga ekor kambing dapat beras 30 kilogram," ujarnya.

Untuk meringankan pembeli yang hendak mendapat promo ini, pembeli bisa bergabung dengan warga lainnya.

"Jadi kalau ada tiga warga yang hendak beli kambing, tinggal bergabung saja. Nanti yang daftar, satu orang ke kandang. Gratisnya akan kita berikan," kata Chandra.

Begitu juga dengan kelompok atau masjid yang ingin membeli hewan kurban.

"Jadi satu orang yang daftar ke kandang untuk beli tiga ekor sapi, nanti gratisnya satu kambing," kata Chandra.

Dia mengatakan, saat ini hewan kurban yang tersedia di kandangnya ada sebanyak 215 ekor sapi, dan 400 ekor kambing.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami/Rebekha Ashari Diana Putri/Ian Sitanggang)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved