Rabu, 13 Mei 2026

VIRUS CORONA DI INDIA

India Lockdown Lagi, Jumlah Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Dekati Angka 1 Juta

Terkait lonjakan kasus yang kian meningkat ini, membuat otoritas lokal di seluruh negeri memberlakukan kembali pembatasan yang sebelumnya baru saja...

Tayang:
(STR/EPA-EFE)/Kompas.com
Petugas keamanan India menegur warga untuk tetap menjaga jarak aman 1 meter, saat mengantre pembelian sayur di Guwahati, India, 28 Maret 2020. India menerapkan lockdown selama 21 hari sejak Selasa (24/3/2020). 

TRIBUNBATAM.id, NEW DELHI - India diberitakan kembali lakukan lockdown. Hal ini disebabkan lonjakan kasus virus Corona di India terus meningkat dan hampir mencapai 1 juta dengan angka kematian mendekati 25.000.

Terkait lonjakan kasus yang kian meningkat ini, membuat otoritas lokal di seluruh negeri memberlakukan kembali pembatasan yang sebelumnya baru saja dicabut.  

Pada Kamis (16/7/2020), melansir AFP, lockdown yang dilakukan di India dimulai ketika dilaporkan ada lebih dari 600 kematian dalam 24 jam, dan Palang Merah memperingatkan virus corona menyebar pada "tingkat yang mengkhawatirkan" di seluruh Asia Selatan. 

Namun, salah satu negara bagian yang paling miskin di India, Bihar, dengan aktivitas lalu lintasnya mendekati normal di jalan-jalan menunjukkan sulitnya mengendalikan lebih dari 125 juta orang. 

Diketahui, Bihar, yang sebagian besar merupakan pedesaan dengan infrastruktur kesehatan yang lemah, menerapkan lockdown dalam 15 hari, sehari setelah di Bangalore ditutup selama seminggu. 

Seluruh sekolah, klub, kuil, dan bisnis yang tidak penting diperintahkan untuk ditutup di Bihar, tetapi kegiatan konstruksi dan pertanian diizinkan untuk tetap berjalan. 

Sementara transportasi umum ditutup, kendaraan pribadi masih diizinkan untuk beroperasi, dan jalan-jalan di ibu kota Negara Bagian Patna dipenuhi dengan mobil, truk, sepeda, dan becak otomatis. 

"Lockdown tidak sepenuhnya dipatuhi," kata pengusaha, Ranjeet Singh. Banyak orang masih berbelanja untuk makanan dengan sedikit memperhatikan saran social distancing.

Kurangnya kepatuhan dalam menyikapi virus corona memaksa Goa, negara bagian India lainnya, mengumumkan lockdown selama tiga hari, dari Kamis malam (16/7/2020) dan pembatasan jam malam sampai 10 Agustus.

Ketua Menteri wilayah persatuan Goa, Pramod Sawant mengatakan terlalu banyak orang "keluar untuk bertemu orang-orang di pesta" serta rendahnya "kesadaran dan kepekaan" terhadap bahaya virus Corona. 

Rambut Kamu Rusak dan Bercabang? Cobain Rekomendasi Sampo Berikut ini, Harga di Bawah 50 Ribu Saja!

Recession in Singapore, What is the Impacts on KEPRI? Heres BI Kepri Representative Response

"Kami memiliki lebih dari 40.000 orang yang didenda karena tidak mengenakan masker, ditambah ada banyak yang ditahan karena melanggar aturan, tetapi selanjutnya mereka tetap seperti itu," kata Sawant kepada media setempat.

Putus asa

Lockdown di Bangalore lebih ketat dilakukan dan jalanan jauh lebih tenang, tidak ramai orang. Perusahaan juga sudah banyak memberlakukan kerja dari rumah. 

Namun, Menteri Kesehatan di negara bagian Karnataka, yang mana Bangalore adalah ibu kotanya, mengatakan pada Rabu (15/7/2020) bahwa "hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan kita" ketika beban kasus negara bagian mendekati 50.000.

Federasi Internasional Perhimpunan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan, seluruh wilayah dengan cepat menjadi episentrum berikutnya untuk coronavirus.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved