BATAM TERKINI
Pakai Bahan Berbahaya, BPOM Kepri Ungkap Risiko Hisap Rokok Elektrik
Rokok elektrik baik yang menggunakan cairan atau likuid atau yang pembakaran secara elektrik akhir-akhir ini menjadi tren. Ini bahayanya menurut BPOM.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Rokok elektrik baik yang menggunakan cairan atau likuid atau yang pembakaran secara elektrik akhir-akhir ini menjadi tren tersendiri di tengah masyarakat.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau Yosef Dwi Irawan mengatakan, untuk perizinan rokok elektrik sampai saat ini belum ada regulasi yang mengaturnya.
"Untuk rokok elektrik belum ada regulasi yang mengatur perizinannya yang didelegasikan ke BPOM," ujarnya, Sabtu (18/7/2020).
Jadi pihaknya tak bisa melakukan pengawasan secara menyeluruh terhadap peredaran rokok elektrik yang menggunakan cairan atau yang pembakaran secara elektrik tersebut.
Sedangkan untuk dampak kesehatan disampaikan Yosef baik itu rokok elektrik maupun rokok konvensional dikatakan kedua memiliki dampak kesehatan.
"Namun yang jelas bahaya rokok elektrik dan konvensional sama saja," ujar Yosef.
Dikatakan Yosef terlebih terlebih lagi pada cairan yang digunakan pada rokok elektrik yang berasal dari bahan berbahaya yang seharusnya bukan digunakan pada manusia.
• SIAPA Itu Wiji Utami? Youtuber dan Sosialita Asal Batam yang Kini Tersangkut Kasus Penipuan
"Kalau dari kalangan pelaku usaha seringkali mengklaim bahwa rokok elektrik lebih aman dibanding rokok konvensional tetapi belum ada pembuktian secara lebih mendalam perihal klaim tersebut," ujarnya.
Bahaya Vape
Penggunaan rokok elektrik atau vape pada beberapa kondisi bisa menyebabkan cedera paru-paru.
Kondisi ini dikenal dengan sebutan EVALI (E-cigarette or Vaping Product Use Associated Lung Injury).
EVALI telah menimbulkan beberapa kasus kematian di sejumlah negara.
Sekilas tentang EVALI
Melansir Kompas dari Yale Medicine, EVALI merupakan nama yang diberikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) untuk penyakit paru-paru berbahaya yang diidentifikasi terkait dengan vaping.
Adapun penyakit tersebut pertama kali diketahui oleh CDC pada Agustus 2019 usai merebaknya kasus penyakit paru misterius yang dikaitkan penggunaan rokok elektrik dan produk vaping.
Sebelumnya EVALI dikenal dengan sebutan Vapi.
Para ahli yang terdiri dari dokter dan peneliti mengumumkan bahwa munculnya vitamin E asetat dan Tetrahidrocanabinol (THC) dalam vaping diduga kuat sebagai penyebab terbesar munculnya EVALI.
Namun para peneliti masih belum bisa menyimpulkan dengan pasti terkait zat tunggal terkait munculnya penyakit paru-paru misterius yang menimpa para pengisap vape tersebut.
Akibatnya, hingga kini belum diketahui dengan pasti bagaimana penyakit tersebut berkembang dan mengapa bisa begitu membahayakan jiwa dan menyebabkan paru-paru berhenti berfungsi sama sekali.
Gejala EVALI
Belum ada tes tunggal yang bisa mengidentifikasikan seseorang menderita EVALI.
Pasalnya kondisi EVALI memiliki kemiripan dengan kasus flu dan pneumonia lain, yakni:
- Sesak napas
- Batuk
- Sakit dada
- Demam dan menggigil
- Diare, mual, dan muntah
- Takikardia (detak jantung cepat)
- Takipnea (pernapasan cepat dan dangkal)
Namun diagnosis EVALI bisa dipenuhi ketika pasien melaporkan penggunaan vape selama 90 hari sebelum gejala pertama kali dirasakan.
Selain itu, X-ray maupun CT scan menunjukkan bintik-bintik yang tampak kabur di paru-paru.
Namun tidak ada jenis infeksi paru lain yang terdeteksi dimana berarti tes untuk virus maupun infeksi bakteri lain negatif.
Rekomendasi CDC
Terkait dengan munculnya banyak kasus EVALI, CDC maupun Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat merekomendasikan agar orang-orang tidak menggunakan rokok elektrik yang mengandung THC.
Selain itu, juga dianjurkan agar tidak menambahkan vitamin E asetat ke dalam produk vape.
Masyarakat juga diimbau untuk sebaiknya menghindari produk vape apa pun karena belum diketahui dengan pasti zat tunggal penyebab munculnya EVALI.
Para pengguna vape juga diimbau untuk selalu memantau kesehatannya dan lekas mengunjungi penyedia layanan kesehatan apabila mengalami gejala seperti di atas. (TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN)
*Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengenal EVALI, Penyakit Paru Misterius akibat Rokok Elektrik",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vape_20180508_095124.jpg)