Sastrawan Penyair Sapardi Djoko Darmono Meninggal Dunia
Penyair Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, Minggu sekira pukul 09.17 WIB
TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Kabar duka, sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono meninggal dunia Minggu (19/7/2020).
Penyair Sapardi Djoko Damono meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan, Minggu sekira pukul 09.17 WIB.
Kabar meninggalnya sastrawan Indonesia Sapardi Djoko Damono dibenarkan Kepala Biro Humas dan Kantor Informasi Publik Universitas Indonesia (UI) Amelita Lusia.
• Hasil, Klasemen, Top Skor Liga Italia Setelah Atalanta Seri, AC Milan Menang, Ante Rebic 11 Gol
• Video Gol dan Highlight Arsenal vs Man City, 2 Gol Aubameyang Singkirkan City di Semifinal Piala FA
"Ya, Mas," kata Amel saat dikonfirmasi.
"Innalillahi wa inna ilaihi roji'uun. Telah berpulang ke Rahmatullah Bapak Sapardi Djoko Damono pagi ini pkl. 09.17 WIB di RS EKA BSD. Info lain menyusul," demikian pesan singkat yang diterima Kompastv.
Kabar ini dibenarkan penulis Maman Suherman.
Ia mendapat kabar ini dari para sesama penulis.
Maman mengatakan, ia hingga saat ini belum kontak dengan keluarga Sapardi karena mereka pasti masih diliputi suasana duka.
"Saya mendapat kabar dari banyak sekali teman-teman dan senior penyair. Saya percaya mereka," ujar Maman saat ditanya wartawan.
Sebelumnya, Sutradara dari Komunitas Teater Keliling, Rudolf Puspa memberikan kabar jika almarhum masuk rumah sakit, melalui akun Twitter-nya pada Jumat (10/7/2020) lalu.
"Sastrawan Sapardi Djoko Damono masuk ICU di Eka Hospital, BSD. Kerja organ tubuh menurun. Mari kita doa bagi kesehatannya," tulisnya.
Hingga saat ini belum diketahui penyebab meninggalnya Sapardi Djoko Damono.
Dikutip dari Kompas.com, informasi terkait meninggalnya Supardi Djoko Damono masih terus ditelusuri.
Sapardi lahir pada 20 Maret 1940 di Surakarta.
Sapardi adalah sastrawan besar Indonesia sekaligus akademisi dari Universitas Indonesia.
Sapardi Djoko Damono pernah menjadi Dekan Fakultas Sastra Universitas Indonesia pada tahun 1999-2004.
Beberapa puisinya yang terkenal di masyarakat seperti Hujan Di Bulan Juni, Aku Ingin, Yang Fana Adalah Waktu, dan lainnya.
.
.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sastrawan-sapardi-djoko-damono-meninggal-dunia-minggu-19-juli-2020.jpg)