TRIBUN WIKI
Penyebab dan Gejala Kanker Limfoma, Waspada bila Muncul Benjolan di Bagian Tubuh Ini
Gejala awal kanker limfoma bisa terlihat dari munculnya pembengkakan kelenjar getah bening, yang terasa seperti benjolan kecil di bawah kulit.
TRIBUNBATAM.id - Tubuh manusia terdiri berbagai sistem dan jaringan yang bekerja sesuai dengan fungsinya masing-masing.
Salah satunya adalah sistem getah bening atau limfosit.
Sistem ini memegang peran penting dalam kekebalan tubuh.
Dalam sistem ini, cairan getah bening yang berisi darah putih sebagai penangkal virus diedarkan ke seluruh tubuh.
Artinya, sistem ini juga berperan besar untuk menangkal berbagai patogen penyebab penyakit.
Sayangya, sel-sel dalam sistem getah bening bisa berubah menjadi kanker.
Dalam dunia medis, kanker yang menyerang sistem getah bening ini dikenal dengan istilah limfoma.
Limfoma dapat memengaruhi bagian mana pun dari sistem limfatik, termasuk:
- sumsum tulang
- timus
- limpa
- amandel
- kelenjar getah bening.
Gejala
Gejala awal kanker limfoma bisa terlihat dari munculnya pembengkakan kelenjar getah bening, yang terasa seperti benjolan kecil di bawah kulit.
Benjolan tersebut bisa muncul di area leher, bagian atas dada, ketiak, perut, sela-sela paha.
Gejala lain yang biasa dirasakan penderita kanker limfoma antara lain:
- sakit tulang
- batuk
- kelelahan
- limpa yang membesar
- demam
- keringat malam
- rasa sakit saat minum alkohol
- gatal gatal
- ruam pada lipatan kulit
- sesak napas
- kulit gatal
- sakit perut
- penurunan berat badan tanpa sebab.
Penyebab
Setiap jenis kanker biasanya disebabkan karena adanya pertumbuhan sel yang tidak terkendali.
Namun, para ahli belum bisa memastikan apa penyebab pasti kanker limfoma.
Akan tetapi, beberapa faktor berikut bisa meningkatkan risiko kanker limfoma:
1. Penurunaan sistem imun
Hal ini bisa disebabkan oleh sistem kekebalan yang lemah karena adanya human immunodeficiency virus (HIV), AIDS, atau konsumsi obat penekan sistem kekebalan setelah transplantasi organ.
2. Penyakit autoimun
Orang dengan penyakit autoimun tertentu, seperti rheumatoid arthritis dan penyakit celiac, memiliki risiko besar untuk mengalami limfoma.
3. Usia
Limfoma paling sering terjadi pada orang berusia di atas 60 tahun.
Namun, beberapa jenis lebih sering terjadi pada anak-anak dan bayi.
4. Infeksi
Orang yang pernah mengalami infeksi seperti leukemia attau virus limfotropik sel T manusia (HTLV-1), Heliobacter pylori, hepatitis C, atau virus Epstein-Barr (EBV) bersiko besar mengalami kanker limfoma.
5. Paparan kimia dan radiasi
Orang yang terpapar bahan kimia dalam pestisida, pupuk, dan herbisida juga berisiko lebih tinggi mengalami kanker ini.
Radiasi nuklir juga dapat meningkatkan risiko penyakit ini.
6. Genetik
Memiliki riwayat keluarga yang pernah mengalami penyakit ini juga membuat kita berisiko besar mengalaminya.
Cara mengatasi
Perawatan limfoma tergantung pada tingkat stadium kanker, yang menunjukkan seberapa jauh sel kanker menyebar.
Pada tingat stadium satu, sel kanker masih terbatas pada beberapa area kelenjar getah bening.
Sebaliknya, sel kanker yang telah menyebar e organ lain, seperti paru-paru atau sumsum tulang, telaah memasuki tingkat stadium empat.
Perawatan untuk kanker limfoma bisa menggunakan terapi radiasi untuk mengecilkan dan membunuh sel-sel kanker.
Biasanya, dokter juga meresepkan obat kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker.
Dalam beberapa kasus, metode transplantasi sumsum tulang atau sel induk digunakan untuk membangun sel-sel sistem kekebalan tubuh yang sehat juga digunakan untuk mengatasinya.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kanker Limfoma: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-peradangan-kelenjar-getah-bening.jpg)