BATAM TERKINI
Singapura Alami Resesi, Walikota Sebut Kondisi Batam Masih Bisa Diatasi
Kebijakan yang dipersiapkan Pemko Batam untuk mencegah dampak resesi dari Negeri Singa ini, adalah menggiatkan kembali pertumbuhan investasi di Batam.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kuartal kedua tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Singapura mengalami kontraksi sebesar 41,2%, setelah di kuartal I sebelumnya, kontraksi pertumbuhan ekonomi mencapai 3,3 persen.
Pertumbuhan ekonomi yang anjlok hingga minus selama dua kali berturut-turut ini menyebabkan negara Singapura saat ini di ambang resesi.
Efek resesi ini di bidang pariwisata sangat terasa, terutama di Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam.
Namun, Walikota Batam, Muhammad Rudi menyatakan bahwa, dampak perekonomian yang mungkin muncul dari pengaruh resesi Singapura di Kota Batam akan dapat diatasi.
"Singapura kan pemerintahannya katanya paling lama resesi satu bulan. Satu bulan waktu yang singkat, sehingga kita beranggapan Batam bisa kita atasi lah," komentar Rudi, ketika ditemui di Masjid Raya, Batam Center, Selasa (21/7/2020).
• JADI Tempat Nongkrong Remaja, Warga Minta Pasar Seroja Diaktifkan, Sawal: Kalau Diusir Kita Dimaki
Kebijakan yang dipersiapkan Pemerintah Kota Batam untuk mencegah dampak resesi dari Negeri Singa ini, adalah menggiatkan kembali pertumbuhan investasi di Kota Batam.
Menurut Rudi, Pemerintah Pusat juga telah menekankan pentingnya investasi guna menumbuhkan perekonomian negara, terutama di tengah masa Covid-19 dan bayang-bayang resesi Singapura.
"Proses kemudahan sudah kita berikan, terutama bagi pelaku usaha, contohnya seperti kemudahan persyaratan usaha, perizinan dipermudah. Supaya uang masuk ke pemerintah, dan bisa kami gulirkan kembali ke masyarakat," jawab Rudi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/wisatawan-di-bandara-changi-singapura-selasa-2432020.jpg)