Selasa, 14 April 2026

Gandeng Instansi Swasta, BNNP Kepri Gelar Workshop Terkait P4GN

Dengan adanya workshop dengan instansi swasta yang diadakan kali ini harapannya para penggiat anti narkoba dapat melakukan kampanye secara masif.

ISTIMEWA
Kepala BNNP Kepri Brigjen Pol Drs Richard M Nainggolan MM MBA dalam kegiatan penyuluhan P4GN terhadap instansi swasta, Senin (20/7/2020) 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri mengadakan workshop anti narkoba yaitu P4GN dengan beberapa instansi swasta yang ada dikota Batam. Senin (20/7)

Beberapa instansi swasta tersebut merupakan perusahaan swasta yakni PT. Bright, PT. SMOE, PT. Ecogreen, PT. Valeo, PT. ELB, dan PT. Telkomsel.

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Brigjen Pol Drs. Richard M. Nainggolan MM. MBA selaku Kepala BNNP Kepri dan juga Lisa Mardianti, S.Farm, Apt, MM selaku Kepala Bidang P2M yang turut memaparkan materi pada workshop yang digelar tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Richard Nainggolan mengatakan bahwa workshop ini diadakan guna menambah wawasan penggiat anti narkoba di perusahaan swasta agar harapannya para instansi swasta akan lebih aktif dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba.

"Saat ini BNNP punya tagar baru yakni 'Hidup 100 Persen Sadar, Sehat, Produktif'. Harapannya tagar ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh warga negara di Indonesia. Artinya ialah apabila seseorang itu sadar akan adanya ancaman dari sekitar, akan membuat orang tersebut sehat dan juga produktif," ujar Kepala BNNP Kepri.

Berdasarkan hasil survey LIPI bahwa angka kasus narkotika di Kepri mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Pada hasil survey tahun lalu, tercatat terdapat 3.080 kasus narkotika di provinsi Kepri.

"Kita berbahagia atas penurunan tersebut, semoga penurunan ini berasal dari faktor kesadaran masyarakat Kepri," tambahnya.

Narkotika kerap dijadikan bisnis oleh oknum-oknum nakal yang biasa disebut bandar.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat khususnya para instansi swasta untuk bersama-sama memerangi para penjahat narkotika.

"Ini tanggung jawab kita bersama, kita tidak boleh bosan. Karena bandar akan mencari peluang kapanpun untuk masuk. Kalau provinsi Kepri bebas dari narkoba, anak cucu kita akan merasakan amannya idup tanpa narkoba," tegasnya

Didalam workshop tersebut, Richard nainggolan turut membahas mengenai Kebijakan dan strategi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN).

Secara geografis, Kepulauan Riau terdiri dari 4 % daratan dan 96 % merupakan laut.

Artinya, wilayah Kepulauan Riau sendiri memiliki banyak pintu masuk ilegal terhadap peredaran narkoba.

Sisi ini merupakan permasalahan di bidang Supply.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved