Sabtu, 9 Mei 2026

Palestina dan Israel Terus Berperang, Selain soal Agama Ini Penjelasan 2 Negara Tak Pernah Akur

Di luar konteks agama yang sering didengar ternyata ada penjelasan sederhana tensi tinggi yang seakan tak pernah usai antara Palestina dan Israel.

Tayang:
Tribunnews
Ilustrasi. Bendera Israel di Kota Yerusalem 

TRIBUNBATAM.id - Saat banyak negara menikmati kemerdekaan dan membangun negara konflik Palestina dan Israel belum juga mereda.

Masyarakat dunia, terutama negara-negara Muslim, berpandangan konflik yang terjadi di sana adalah soal agama.

Namun, di luar konteks agama yang sering didengar ternyata ada penjelasan sederhana tensi tinggi antara Palestina dan Israel yang seakan tak pernah usai.

Xi Jinping ke Mahmoud Abbas, Palestina adalah Saudara dan Teman Baik China

Apa Benar Google Menghapus Palestina dari Google Maps dan Diganti oleh Nama Israel?

Beredar Isu Palestina Dihapus dari Google Maps dan Apple Maps, Bagaimanakah Faktanya?

Mengutip Vox, latar belakang konflik Palestina dan Israel karena masing-masing pihak ingin mendirikan negara di tanah yang sama.

Yang diperebutkan Palestina dan Israel adalah wilayah geografis yang terletak di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan.

Tetapi wilayah ini diberi label Israel di peta saat ini.

Terdapat Kota Yerusalem yang dianggap suci bagi orang Arab Palestina maupun orang Yahudi Israel.

Meski sederhananya demikian, tetapi pada kenyataannya konflik yang terjadi menimbulkan masalah pelik.

Seperti di mana perbatasan Israel dan Palestina?

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memegang peta yang menunjukkan Negara Palestina di masa depan berdasarkan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, pada 11 Februari 2020. (REUTERS/SHANNON STAPLETON)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas memegang peta yang menunjukkan Negara Palestina di masa depan berdasarkan rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, pada 11 Februari 2020. (REUTERS/SHANNON STAPLETON) (KOMPAS.com)

Bisakah pengungsi Palestina kembali ke rumah mereka yang saat ini dikuasai Israel?

Proses penyelesaian konflik yang berlangsung puluhan tahun ini menimbulkan konflik-konflik lain yang tumpang tindih.

Seperti hubungan Palestina dan Israel yang selalu bermusuhan padahal berdampingan.

Israel juga kerap melakukan pendudukan militer yang membuat warga Palestina menderita, dan kelompok-kelompok militan Palestina meneror warga Israel.

Konflik-konflik itu diperburuk sejarah panjang dan penuh kekerasan di antara kedua bangsa tersebut.

Terlebih masing-masing memilki pembenaran sendiri tentang apa dan mengapa konflik terjadi selama lebih dari 70 tahun ini.

Sehingga kenyataannya, perdamaian antara Palestina dan Israel sangat sulit terwujud.

Proses perdamaian telah berlangsung selama beberapa dekade.

PERALATAN TEMPUR KALAH TELAK DENGAN ISRAEL, Militer Indonesia Ternyata Unggul di Kekuatan Militer

Fakta-fakta Foto Viral Aksi Prajurit TNI Hadang Tank Tempur Israel yang Nyaris Perang dengan Lebanon

Misteri Hilangnya 10 Suku Israel Putra Yakub, Kini Hanya Ada Yehuda dan Benjamin, ke Mana Lainnya?

Tetapi sejak Kesepakatan Oslo 1993 dan 1995, belum ada harapan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Akar Masalah Palestina dan Israel

Konflik Palestina dan Israel telah berlangsung sejak awal 1900-an, ketika wilayah yang sebagian besar Arab dan Muslim masih menjadi bagian Kekaisaran Ottoman.

Tetapi usai Perang Dunia I, Inggris mendapatkan mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut.

Ratusan ribu orang Yahudi pindah ke daerah itu sebagai gerakan Zionisme.

Zionisme bagi orang Yahudi adalah untuk melarikan diri dari penganiayaan dan mendirikan negara sendiri di tanah yang dianggap sebagai tanah leluhur mereka.

(Ilustrasi) Tentara Zionis Israel ketika menanyai dua bocah Palestina.
(Ilustrasi) Tentara Zionis Israel ketika menanyai dua bocah Palestina. (The Times of israel)

Sejumlah besar orang Yahudi Timur Tengah juga pindah ke Israel, entah untuk menghindari kekerasan anti-Semit atau karena diusir secara paksa.

Kekerasan komunal antara orang Yahudi dan Arab di Palestina mulai di luar kendali.

Pada 1947, PBB menyetujui rencana membagi Palestina menjadi wilayah, yaitu untuk orang Yahudi yang disebut Israel dan untuk orang Arab yang disebut Palestina.

Sedangkan Yerusalem, kota suci bagi orang Yahudi dan Muslim menjadi zona internasional khusus.

Tetapi rencana itu tidak pernah terlaksana.

Para pemimpin Arab di wilayah itu menganggap rencana itu sebagai pencurian kolonial Eropa dan menginvasi Palestina untuk menjaga Palestina tetap bersatu.

Pasukan Israel memenangkan perang 1948, tetapi Israel mengklaim tanah melampaui batas yang ditentukan PBB.

Israel menduduki tanah yang telah menjadi bagian Palestina, termasuk bagian barat Yerusalem.

Israel juga mencabut akar dan mengusir seluruh bangsa Palestina.

Baru Ditunjuk Februari 2020, Duta Besar China Untuk Israel Du Wei Ditemukan Meninggal di Apartemen

Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin Penasihat Menhan Prabowo, Jenderal yang Pernah Todong PM Israel

Intelijen Israel Bongkar Rahasia Cina Terkait Virus Corona, Singgung Masalah Senjata Biologi

Akibatnya sekitar 700.000 orang Palestina mengungsi.

Keturunannya sekarang mencapai 7 juta orang dan masih dianggap sebagai pengungsi.

Perang 1948 berakhir dengan Israel mengendalikan semua wilayah yang saat ini ditandai di peta sebagai Israel.

Kecuali Tepi Barat (West Bank) dan Gaza, yang menjadi tempat sebagian besar warga Palestina melarikan diri, dan sekarang dianggap sebagai wilayah Palestina.

Banyak juga orang Palestina yang berada di kamp-kamp pengungsi di negara-negara tetangga.

Hingga saat ini beberapa hal masih menjadi perdebatan dan perebutan.

Seperti perbatasan antara Palestina dan Israel, status para pengungsi Palestina dan status Yerusalem.

Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel.
Bendera Israel di kota Yerusalem, Israel. (Tribunnews)

Dimensi utama konflik pertama Palestina dan Israel dimulai pada 1948.

Konflik kedua Palestina dan Israel dimulai pada 1967, ketika Israel menempatkan kedua wilayah Palestina di bawah pendudukan militer.

(*)

Artikel ini telah tayang di Intisari Online

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved