HEADLINE TRIBUN BATAM
Adik Bos Ikut Tertipu
Modus ini juga yang digunakan oleh V alias K, seorang kasir money changer atau tempat penukaran uang di Kota Batam untuk menipu belasan orang.
TRIBUNBATAM, BATAM - Iming-iming untung tinggi! Itulah selalu yang digunakan para pelaku penipuan investasi bodong atau ilegal untuk merayu para korbannya.
Sehingga, tanpa sadar, para korban “kecanduan” menggelontorkan uangnya.
Modus ini juga yang digunakan oleh V alias K, seorang kasir money changer atau tempat penukaran uang di Kota Batam untuk menipu belasan orang.
Para korban diajak untuk menyimpan uangnya dalam bentuk dolar Singapura.
Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Kepri AKBP Ruslan Abdul Rasyid dalam ekspos kasus, Rabu (22/7) mengungkapkan, pelaku ini membujuk korbannya untuk investasi penukaran pecahan uang Sin$ 50 dengan uang pecahan Sin$ 1.000.
Nantinya, kata pelaku, ada agen yang membeli pecahan Sin$ 1.000 tersebut.
• 11 Orang Tertipu Rp 12,9 Miliar, Ini Pesan Polda Kepri Bagi Warga Batam saat Pilih Investasi
“Dari penjualan itu, setiap lembar Sin$ 1.000 mendapatkan keuntungan berupa poin senilai 20 poin setiap harinya. Satu poin nilainya Rp 20.000 yang dibayarkan setiap harinya, kecuali Hari Minggu.
“Jadi, jika para korban menyimpan uangnya Rp 100 juta, maka mereka mendapat keuntungan Rp 1 juta,” kata Ruslan yang didampingi Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Kepri AKBP Priyo Prayitno di loby Ditreskrimum Polda Kepri.
Priyo menambahkan, pelaku bekerja sendiri dan boleh dikatakan sebagai pelaku money game amatiran. Sebab, korbannya hanya orang-orang yang dikenalnya.
Meski demikian, nilai kerugian para korban cukup besar, Rp 12,9 miliar sementara jumlah korban yang terdata hingga saat ini baru 11 orang.
Dari para korban itu, kata Priyo, ada seorang warga negara asing asal Malaysia serta adik dari pemilik usaha penukaran uang tempat pelaku bekerja.
Kegiatan ini tidak diketahui oleh bosnya.
“Pelaku hanya menipu orang-orang yang dikenalnya saja, umumnya para pelanggan money changer itu,” kata Priyo.
Ketika perbuatannya sudah mulai dicurigai oleh korban-korbannya, V kemudian kabur dari Kota Batam serta menjual rumahnya yang berada di Batam.
Ia tidak bisa dihubungi lagi serta tidak diketahui lagi keberadaannya. Sampai akhirnya para korban melapor ke polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/headline-23-juli-2020.jpg)