TRIBUN WIKI
Berpotensi Ciptakan Klaster Wabah yang Lebih Besar, Apa Arti Istilah Superspreader?
Istilah superspreader merujuk pada sejumlah orang yang diketahui bisa menyebarkan virus ke lebih banyak orang dibanding yang lain.
TRIBUNBATAM.id - Jumlah kasus Covid-19 di dunia masih terus menunjukkan peningkatan.
Hingga kini, virus corona telah menginfeksi lebih dari 15 juta orang di seluruh dunia.
Adapun data di Indonesia per Jumat (24/7/2020), tercatat lebih dari 93 ribu kasus terkonfirmasi.
Dari data tersebut, diketahui penambahan kasus perhari masih di atas angka 1000 lebih.
Risiko penularan ini tak lepas dari adanya superspreader.
Istilah ini merujuk pada sejumlah orang yang diketahui bisa menyebarkan virus ke lebih banyak orang dibanding yang lain.
Superspreader bisa menciptakan klaster wabah yang besar.
Contohnya pada kasus penularan virus corona di acara pernikahan, dimana banyak tamu undangan yang jadi tertular karena satu orang.
Sampai sekarang masih belum jelas mengapa 'superspreader' bisa menularkan dalam jumlah lebih besar.
Kemana mereka pergi dan apa yang mereka lakukan bisa berdampak penting.
Menurut Professor Mary-Louise McLaws, salah seorang penasehat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kemungkinan besar ada berbagai faktor yang menyebabkan hal ini terjadi.
Menurutnya, lingkungan tempat penyebaran menurut lebih punya peran penting ketimbang keberadaan orang yang menularkan.
Jadi bisa wabah terjadi tanpa ada orang yang sudah terpapar virus yang melakukan kesalahan, seperti melanggar aturan jaga jarak.
Bisakah kita jadi 'superspreader'?
Menurut Prof Mary-Louise McLaws, istilah 'superspreader' sebenarnya tidaklah terlalu tepat, karena hanya merujuk hanya pada satu orang yang bermasalah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-keramaian.jpg)