Kamis, 7 Mei 2026

Pilu, Keluar Masuk Rumah Keluarga Wisnu Mesti Memanjat karena Dipagar Tembok Tetangga

Sampai hati sang tetangga membangun tembok setinggi 4 meter sehingga membuat keluarga Wisnu Widodo kesulitan keluar masuk ke rumah

Tayang:
KOMPAS.COM/MITA
Rumah Wisnu Widodo di Kabupaten Ponorogo yang dipagar oleh tetangganya dengan tembok bata setinggi 1 meter karena sering menginjak tahi ayam.Meski pengadilan Negeri Ponorogo memenangkan pihak Wisnu, namun Mistun masih engan membongkar tembok. 

TRIBUNBATAM.id, PONOROGO - Entah apa di benak pasangan suami istri bernama M dan E, tetangga Wisnu Widodo, warga Ponorogo, Jawa Timur.

Dia sampai hati membangun tembok setinggi 4 meter sehingga membuat keluarga Wisnu Widodo kesulitan keluar masuk ke rumah.

Ia taidak sedih ketika keluarga Wisnu Widodo sengsara karena harus terus memanjat tembok setiap harus keluar masuk rumah.

Menurut informasinya, keluarga Wisnu Widodo, warga Ponorogo Jawa Timur nyaris terkurung di dalam rumah selama 4 tahun.

Tepat di depan rumahnya di Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini didirikan tembok setinggi satu meter.

Karena ada tembok inilah untuk bisa ke luar rumah, Wisnu harus melompat tembok itu.

Rumah Wisnu Widodo, warga Ponorogo yang ditembok tetangganya karena pelihara ayam.
Rumah Wisnu Widodo, warga Ponorogo yang ditembok tetangganya karena pelihara ayam. (kompas.com/mita)

Ceritanya pada tahun 2016 Wisnu memelihara ayam di rumahnya.

Lalu setiap kali melewati depan rumah Wisnu, M mengaku risih karena menginjak kotoran ayam.

“M sama suaminya lewat kadang kadang mlecoki telek (menginjak tahi ayam) yang memicu masalah. Akhirnya ya dipagar itu,” kata Suroso, Kepala Desa Gandukepuh.

Setelah ada tembok itu, Wisnu pun terpaksa melompati tembok tersebut jika ingin keluar masuk rumah.

"Ya sulit kalau begitu mau masuk rumah,” kata Wisnu saat dihubungi.

Sementara itu, Wisnu mengaku ada jalur alternatif di samping rumahnya.

Sayangnya, jalur alternatif yang merupakan gang di samping rumahnya itu hanya selebar badan orang dewasa.

Wisnu pun terpaksa menaruh kursi untuk membantunya melewati tembok tersebut.

Sementara pemerintah desa mengatakan, pagar tembok itu dibangun di atas lahan milik desa.

Lahan itu tak bisa diklaim sebagai hak milik.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved