Kamis, 23 April 2026

Presiden Jokowi Minta Iparnya Mundur Dari Bursa Pilkada 2020, Bahkan Langsung Minta ke Surya Paloh

Wahyu sendiri mengaku sudah berkarir di dunia politik setahun lamanya, melalui Partai Nasdem sebagai Dewan Pakar. Ia pun sudah mendapat dukungan dari

Editor: Eko Setiawan
Twitter Jokowi
Jokowi Meminta Sodara Iparanya Mundur dari Bursa Pilkada 2020 

Editor: Eko Setiawan

TRIBUNBATAM.id |GUNUNGKIDUL - Presiden Jokowi meminta Iparnya untuk tidak mencalonkan diri dibursa Pilkada Gunung Kidul 2020.

Wahyu Purwanto memilih mundur dari bursa pencalonan peserta Pilkada Gunungkidul 2020.

Sebelumnya, ipar dari Joko Widodo ini dijaring sebagai salah satu calon dari Partai Nasdem.

Minister Edhy Promises, No More Mangrove Forests Become Cultivation Ponds

Virus Corona Diduga sudah Masuk ke Korea Utara, Kim Jong Un Terapkan Lockdown Pertama

Pada wartawan, Wahyu menyebut pengunduran dirinya merupakan arahan langsung dari Joko Widodo dan Surya Paloh sebagai Ketua Umum Partai Nasdem.

"Sesuai arahan, keduanya mengharapkan perjalanan karir saya diarahkan ke bidang sosial dibanding politik," kata Wahyu di Siyono, Playen pada Minggu (26/07/2020) siang.

Wahyu sendiri mengaku sudah berkarir di dunia politik setahun lamanya, melalui Partai Nasdem sebagai Dewan Pakar. Ia pun sudah mendapat dukungan dari para relawan terkait pencalonan tersebut.

Meski mundur dari bursa pencalonan Partai Nasdem, Wahyu menegaskan tetap berada di partai tersebut. Ia berencana akan fokus pada kesejahteraan masyarakat di Gunungkidul, lewat bidang sosial.

"Kebetulan saya berkiprah di Gunungkidul sudah cukup lama, jadi prioritas saya di sini. Terkait kiprah di partai, saya masih menunggu instruksi lanjutan," jelasnya.

Ketua DPW Partai Nasdem DIY Subardi mengaku menerima instruksi langsung dari Surya Paloh terkait pencalonan Wahyu Purwanto.

Menurutnya, Joko Widodo memohon dengan sangat pada Surya Paloh agar Wahyu tidak direkomendasikan dalam pencalonan Pilkada Gunungkidul 2020. Wahyu diminta beralih ke kegiatan sosial.

"Perjuangan pada negara tidak harus ke politik. Banyak program dan akses sosial yang bisa dilakukan beliau di Gunungkidul ini," kata Bardi.

Bardi optimis Wahyu tetap akan dikenal luas sebagai tokoh lewat kegiatan sosialnya di Gunungkidul. Bahkan ia mengatakan peran Wahyu bisa melebihi bupati, jika sinergi antar lembaga yang kuat bisa dilakukan.

Sejumlah kader hingga relawan pendukung Wahyu Purwanto turut hadir dalam pertemuan siang tadi. Beberapa di antaranya pun tampak menangis begitu mendengar pernyataan mundurnya Wahyu dari pencalonan.

Meski mundur, Wahyu berpesan pada para relawan agar mengalihkan dukungan dengan fokus pada gerakan-gerakan dalam Nasdem.

"Saya minta para relawan untuk tetap semangat, menjaga persatuan dan memajukan Gunungkidul dengan kemampuan masing-masing," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved