Selasa, 14 April 2026

Amerika Serikat dan Australia Perluas Kerja Sama Militer, Beri Sinyal Ini ke China

Pada Selasa (28/7), Amerika Serikat ( AS) dan Australia mengatakan bahwa mereka akan memperluas kerja sama militer di tengah ketegangan dengan China.

Kompas.com
Menlu AS Mike Pompeo - Targetkan China, AS dan Australia mencari kerja sama militer baru. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Ketegangan antara Amerika Serikat ( AS) dengan China turut menjadi perhatian Australia.

Pada Selasa (28/7/2020) kemarin, Amerika Serikat ( AS) dan Australia mengatakan bahwa mereka akan memperluas kerja sama militer di tengah meningkatnya tensi dengan China.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo turut menyinggung soal ikatan aliansi yang mereka jalin.

"AS tahu ancaman yang dihadapi Anda dan oleh dunia. Dan AS mendukung Anda dalam ikatan aliansi kami, yang tidak bisa dirusak," ujar Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo selama konferensi pers bersama, sebagaimana dikutip media Perancis AFP.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS, Mark Esper memuji partisipasi 5 kapal perang Australia pekan lalu dalam latihan dengan armada Kapal Induk AS dan Kapal Perusak Jepang di Laut Filipina.

"Latihan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan sistem senjata, tetapi juga mengirim sinyal yang jelas ke Beijing bahwa kita akan terbang, kita akan berlayar dan kita akan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan dan mempertahankan hak-hak sekutu dan mitra kita untuk melakukan hal yang sama," kata Esper.

Ahli Minta Amerika Serikat Ditutup, Catat 1.000 Angka Kematian Covid-19 Dalam 4 Hari Berturut-turut

Selain mereka, Menteri Pertahanan Australia, Linda Reynolds mengatakan bahwa 2 negara (AS-Australia) akan membangun hubungan di banyak bidang pertahanan termasuk bidang hipersonik, elektronik dan yang berbasis ruang angkasa.

Kerja sama akan "menguatkan kemampuan kita bersama dalam berkontribusi pada keamanan regional dan mencegah perilaku adu-domba di wilayah kita," imbuh Reynolds.

Dalam sebuah pernyataan bersama, para menteri tersebut mengatakan mereka telah mendiskusikan soal perluasan operasi di kota Darwin, Australia Utara di mana Marinir AS telah berotasi sejak 2012 lalu di bawah gagasan mantan presiden AS Barack Obama.

AS akan membangun cadangan bahan bakar militer di Darwin dan pihak sekutunya akan mempertimbangkan latihan di sana dengan negara-negara yang sepaham seperti Jepang dan India misalnya.

Padahal, Australia sendiri pada tahun lalu diketahui pernah mengatakan tidak akan menjadikan tempat itu sebagai pangkalan untuk rudal jarak menengah AS, yang secara luas dipandang sebagai cara untuk menargetkan China.

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper ketika ditanya soal apakah Australia telah melakukan uji coba terhadap rudal-rudal itu, dia menjawab bahwa sekutunya itu memiliki "rangkaian lengkap akan kemampuan dan strategi yang kami anggap dapat diluncurkan bersama di tahun-tahun mendatang."

Berprofesi Konsultan Politik, Pria Singapura Akui Menjadi Mata-mata China di Amerika Serikat

Pengakuan mengejutkan datang dari seorang pria Singapura di Amerika Serikat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved