PILWAKO BATAM
KPU Batam Ungkap Kendala Proses Coklit Jelang Pemilu, Warga Sulit Ditemui hingga Tolak Petugas
Banyaknya calon pemilih yang merupakan pekerja dan bekerja mulai pagi sampai malam menjadi salah satu kendala KPU Batam kesulitan melakukan coklit.
Penulis: Beres Lumbantobing |
Editor : Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tim Panitia Pemutakhiran Data Pemilu (PPDP) Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilu DP4 terkendala banyaknya warga yang sulit ditemui.
Hal itu diakui Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Herrigen Agusti, Rabu (29/7/2020) bahwa jumlah data pemilu yang telah dicoklit hingga saat ini sudah mencapai 40 persen.
"Sebanyak 2207 orang tim PPDP kita turun ke tiap rumah warga, sudah memasuki hari kelima belas, mereka melaporkan banyak warga yang sulit ditemui," ujar Herrigen.
Kata dia, hal itu diakibatkan banyaknya warga Batam yang bekerja.
Suami dan istri keduanya pekerja di perusahaan industri kerja dari pagi hingga sore bahkan malam.
Untuk mengatasi hal itu, kata dia, pihaknya bahkan menerjunkan tim PPDP untuk janjian waktu pencoklitan dengan warga.
• DERETAN Fakta Kasus Prostitusi Online di Batam, Jualan Lewat MiChat Tarif Mulai Rp 500.000
Tidak hanya itu, ia juga menyebutkan banyak warga yang mengalami perbedaan domisili dengan identitas KTP.
"Tidak sesuai dengan kondisi real saat ini, kadang KTP nya masih di Sagulung namun rumah tinggalnya sudah di Batu Aji, dan itu tidak sedikit," katanya.
Parahnya lagi, lanjut Herrigen ada warga yang saat didatangi menolak untuk dilakukan coklit, mereka bilang tidak ingin di data.
Kendati demikian ia memastikan akan segera merampungkan tahapan pencoklitan sebelum jadwal tahapan berakhir.
Tahapan coklit dimulai Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2020.
Dalam model A-KWK, terdapat 779854 calon pemilih di Kota Batam. (Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2207ketua-kpu-batam.jpg)