BINTAN TERKINI
Warga yang Hilang Digulung Ombak di Perairan Rinti Bintan Akhirnya Ditemukan, Kondisi MD
Ulil mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati saat turun melaut. Jika cuaca tidak memungkinkan, jangan paksakan turun ke laut
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBINTAN.com, BINTAN - Pencarian terhadap nelayan yang hilang di Pulau Rinti, Desa Numbing, Kecamatan Bintan Pesisir, Bintan sejak Rabu (29/7/2020) lalu dihentikan.
Nelayan bernama Acep itu akhirnya ditemukan jajaran Polsek Bintan Timur, dan nelayan dalam kondisi meninggal dunia (MD) di perairan Tanjung Nipah, Desa Numbing, Senin (3/8/2020) sekira pukul 13.00 Wib.
Kapolsek Bintan Timur, AKP Ulil Rahim membenarkan, penemuan jenazah Acep di perairan Tanjung Nipah.
"Alhamdulillah telah ditemukan setelah hampir satu minggu dilakukan pencarian," terangnya.
Ulil menjelaskan, setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi oleh TNI, Kepolisian dan masyarakat untuk dilakukan pemeriksaan medis, selanjutnya diantarkan ke keluarga korban.
"Kita sudah evakuasi dan sudah dilakukan pemeriksaan medis,"ungkapnya.
Atas kejadian ini, Ulil mengimbau masyarakat agar senantiasa berhati-hati saat turun melaut.
• Hasil Swab Wali Kota Batam Negatif Covid-19, Ikut Hadir di Acara Tepuk Tepung Tawar Isdianto
• Bintan Lagoon Resort Tutup Operasional, 500 Pekerja Kena PHK, Ini Penjelasan Disnaker
"Siapkan life jacket dan alat keselamatan berlayar lainnya, jika cuaca tidak memungkinkan, jangan paksakan turun ke laut," tutupnya.
Sekedar informasi, Acep tenggelam di perairan Pulau Rinti Bintan sejak Rabu (29/7/2020) lalu dan jasadnya ditemukan hampir seminggu setelah insiden itu.
Pencarian pihak Polsek Bintan Timur bersama masyarakat membuahkan hasil. Pada Selasa (28/7/2020) Acep dan rekannya Nazir berangkat menggunakan kapal KM Maju Lagi dari Desa Limbong Kabupaten Lingga menuju Desa Kelong Kabupaten Bintan.
Saat itu Nazir sebagai nakhoda, sedangkan Acep sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Setelah delapan jam perjalanan, yakni pada hari Rabu (29/7/2020) sekitar pukul 04.00 Wib, tepatnya ketika kapal memasuki perairan Pulau Rinti, Desa Numbing, tiba-tiba angin bertiup kencang dan ombak tinggi menghantam kapal hingga tenggelam.
Saat itu Nazir berhasil menyelamatkan diri menggunakan alat apung dan tutup fiber Iikan, sedangkan Acep yang diketahui tidak bisa berenang tidak bisa menyelamatkan diri.
(tribunbatam.id/Alfandi Simamora)