Fitri Hampir Muntah saat Mandi Darah Kerbau Setelah Jadi Sarjana
Hal tak wajar dilakukan oleh seorang gadis di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan saat membayar nazarnya.
Editor : Anne Maria
TRIBUNBATAM.id, MURATARA -- Keberhasilan akan melakukan sesuatu tentu memberikan rasa bahagia dan syukur pada diri seseorang.
Apalagi jika pencapaian keberhasilan tersebut didapatkan dengan jerih payah.
Satu di antaranya seperti sebuah kelulusan di tingkat akademi.
Perayaan dengan selamatan pun wajar dilakukan saat seseorang berhasil melakukan atau menempuh tingkatan tertentu pada bidang akademiknya.
Namun hal tak wajar dilakukan oleh seorang gadis di Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan saat membayar nazarnya.
Fitri Romadona Sita (22) merayakan keberhasilannya menjadi seorang Sarjana dengan mandi darah kerbau.
• Keren, 3 Robot Peraga Wisudawan Hadir di Acara Wisuda Undip, Gantikan Kehadiran Manusia
• Detik-detik Mahasiswa UIN Menikah di Pelaminan sambil Wisuda, Kisahnya Viral dan Jadi Sorotan
Ternyata, aksi mandi darah tersebut dilakukannya demi memenuhi nazar sang kakek, mendiang Jipri, apabila dirinya lulus kuliah.
Warga Desa Pauh I, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan itu mengaku nazar tersebut dilakukan secara turun temurun oleh keluarga sang nenek, Marhana (74) dan kakeknya.
Oleh karena itu, setelah Jipri meninggal, Fitri meneruskan memenuhi nazar sang kakek.
"Darah kerbau itu amis, saya hampir mau muntah, karena saya tidak tahan dengan baunya."
"Tapi tidak masalah, karena ini nazar kakek dan nenek saya, jadi harus dituruti," ujarnya, Selasa (4/8/2020).
• Ramalan Zodiak Asmara Rabu 5 Agustus 2020, Leo Jauhi Masalah, Capricorn Mesra, Scorpio Buat Kejutan
• Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 5 Agustus 2020, Taurus Energik, Capricorn Murung, Libra Kontrol Stres
Abu Hendar (54), orangtua Fitri menjelaskan, nazar mandi darah kerbau ini dilakukannya secara turun temurun di keluarganya.
"Sudah tujuh keluarga kami yang mandi darah kerbau ini," kata Abu Hendar.
Abu Hendar menyebutkan, tujuh keluarganya itu ialah tiga saudaranya (anak Marhana) dan empat anaknya (cucu Marhana).
"Nah yang ini anak bungsu saya baru lulus kuliah," kata Abu Hendar yang merupakan anak Marhana.
Abu Hendar mengatakan, nazar mandi darah kerbau ini dicetuskan sejak bapaknya almarhum Jipri (suami Marhana) masih hidup.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/05082020_fitri-romadona-mandi-darah-kerbau-di-muratara.jpg)